JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam menegaskan upayanya untuk memperkuat perannya dalam menjadi badan penggerak Investasi strategis nasional, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia kembali mengungkapkan rencananya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Dalam penuturannya, CEO Danantara Indonesia yakni Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa nantinya, untuk mendukung jalannya rencana ini, Danantara Indonesia akan mendongkrak pipeline proyek lintas sektor, penguatan kemitraan global, serta percepatan hilirisasi.
BACA JUGA:Asal Usul Festival Bandeng Rawa Belong, Tradisi Betawi Turun-Temurun Jaga Kearifan Lokal!
BACA JUGA:Suara dari Kebumen, Gus Ipul Perjuangkan Anak-Anak yang Terpinggirkan
"Investasi yang dijalankan Danantara Indonesia berorientasi pada dampak ekonomi nyata," ucap Rosan kepada Disway dan awak media lainnya, pada Sabtu (14/02).
Untuk menopang pertumbuhan ekonomi, Rosan mengungkapkan bahwa Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi PMA dan PMDN sekitar Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029.
Realisasi investasi nasional pada 2025 sendiri mencapai Rp1.931,2 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.
Oleh karena itulah, dirinya menambahkan, Danantara Indonesia menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS, termasuk proyek hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy).
BACA JUGA:Praperadilan Ditolak, PMJ Tegaskan Kasus Richard Lee Berlanjut
BACA JUGA:Infinix NOTE 60 Series: Kombinasi Sempurna Performa Tinggi dan Desain Berkelas
Beberapa rencana investasi tersebut sendiri diketahui terdiri dari :
1. Pengembangan fasilitas Waste-to-Energy di 33 kota
2. Investasi agrikultur terintegrasi di dalam dan luar negeri
3. Pengembangan data center platform bersama operator global
4. Proyek hilirisasi energi seperti bioethanol, bioavtur, dan DME
- 1
- 2
- »




