JAKARTA, KOMPAS.TV – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkap kendala dalam pengejaran pelaku penembakan terhadap kru pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel.
Pihaknya telah mengidentifikasi para pelaku. Mereka merupakan kelompok kriminal bersenjata Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah.
“Jadi memang kita sudah identifikasi kelompok mereka ini adalah kelompok pimpinan Elkius Kobak dari Batalion Kanibal dan Semut Merah,” ucapnya dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Sabtu (14/2/2026).
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi-Olah TKP Penembakan Smart Air Tewaskan Pilot & Kopilot di Papua Selatan
Meski sudah mengidentifikasi pelaku, ada kendala dalam pengejaran, yakni faktor geografis di daerah tersebut.
“Tapi kendala kami dalam melakukan pengejaran ini adalah faktor geografis, di mana daerah Korowai ini adalah daerah yang sangat terpencil, sehingga butuh keterampilan khusus dan kesabaran kami untuk bisa mengidentifikasi para pelakunya, karena pelakunya itu kurang lebih 20 orang,” ucapnya.
“Jadi mereka memang sudah menunggu kedatangan pesawat tersebut dari arah belakang bandara, dari sekitar semak-semak di belakang bandara,” ucapnya.
Yusuf menambahkan, pihaknya menemukan 13 lobang bekas peluru di badan pesawat serta beberapa selongsong yang tertinggal di lokasi.
Saat ditanya mengenai tujuan para pelaku melaksanakan aksi penembakan, Yusuf menjawab bahwa mereka menargetkan membuat teror.
Baca Juga: [FULL] Kapolri Perintahkan Kejar Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Bandara | KOMPAS PETANG
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- satgas damaii cartenz 2026
- satgas operasi damai cartenz
- kombes yusuf sutejo
- penembakan pesawat
- boven digoel





