Kurangi Impor, Kementan Perluas Jagung Jadi Bahan Baku Industri Pangan

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan pengembangan jagung sebagai bahan baku industri pangan nasional untuk mengurangi ketergantungan impor. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memperluas pemanfaatan jagung untuk tidak hanya sebagai pakan ternak, melainkan sebagai bahan baku industri pangan dalam negeri.

Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementan Tiurmauli Silalahi mengatakan penguatan hubungan petani dan industri dilakukan melalui pengembangan varietas jagung pangan yang sesuai kebutuhan industri.

“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujar Tiurmauli dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro menilai pengembangan jagung pangan semakin memungkinkan seiring dukungan teknologi pengolahan yang kian maju.

“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” kata Yudi.

Baca Juga

  • Harga Jagung Ternak Tembus Rp6.935, Telur dan Daging Ayam Terancam Naik Jelang Ramadan
  • Produksi Jagung Kaltim Melejit, Naik 160,22% sepanjang 2025
  • Luas Panen Padi dan Jagung di Jabar pada 2025 Naik jadi 916.798 Ha

Pemerintah optimistis strategi ini akan menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi pondasi pertumbuhan industri pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan potensi produksi jagung pada Januari—Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produksi tersebut ditopang surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan neraca pangan nasional. Alhasil, pemerintah menegaskan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Adapun untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Lebih lanjut, ketersediaan pasokan tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Terlebih selama ini, konsumsi jagung nasional didominasi pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging.

Ke depan, pemerintah mendorong jagung sebagai bahan baku industri pangan untuk menekan ketergantungan pasokan luar negeri dan mendorong hilirisasi bernilai tambah.

Adapun, kebutuhan jagung pangan industri nasional diperkirakan sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan produk turunannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Riza Chalid Akan Ajukan Pledoi, Tak Terima Tuntutan Penjara 18 Tahun
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati Bersama Keluarga Umrah Jelang Ramadan
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Teknik Pengambilan Gambar yang Menarik, Jadi Kunci Ngonten Maksimal
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Heboh Guru Telanjangi Puluhan Siswa, DPR: Bentuk Pelecehan Seksual, Tindak Tegas!
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Persebaya Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara pada Babak Pertama
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.