Cegah Tawuran dan Petasan, Polres Depok Akan Kirim Remaja ke Pesantren Kilat

eranasional.com
16 jam lalu
Cover Berita

Depok, ERANASIONAL.COM –  Kapolres Metro Depok, Abdul Waras, menyatakan akan mengambil langkah pembinaan tegas terhadap remaja yang terlibat tawuran maupun yang kedapatan menyalakan petasan selama bulan suci Ramadan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengikutsertakan para pelanggar ke dalam program pesantren kilat sebagai bentuk edukasi dan pembinaan karakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Waras seusai menghadiri kegiatan Ngopi Bersama IJTI Korda Depok bersama K3D dan perwakilan Kodim 0508/Depok di kawasan Sukmajaya, Jumat malam, 13 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari berbagai masukan masyarakat dan tokoh setempat yang menginginkan suasana Ramadan di Kota Depok tetap aman dan kondusif.

Menurut Abdul Waras, tawuran remaja masih menjadi persoalan klasik yang kerap muncul, terutama pada malam hingga dini hari. Momentum Ramadan, yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan penguatan spiritual, justru sering disalahgunakan oleh sebagian remaja untuk melakukan aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Salah satu yang akan kami tindak lanjuti ialah mengikutsertakan anak-anak yang terlibat tawuran ke pondok pesantren kilat,” ujar Abdul Waras.

Ia berharap pendekatan pembinaan berbasis keagamaan tersebut dapat menyentuh sisi kesadaran para remaja. Dengan mengikuti kegiatan pesantren kilat, para pelanggar tidak hanya mendapatkan pemahaman agama, tetapi juga pembinaan disiplin, tanggung jawab, serta nilai-nilai sosial yang lebih positif.

Abdul Waras menegaskan bahwa jika masih ada remaja yang nekat melakukan tawuran, pihak kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil langkah tegas. “Apabila masih ngotot dan nekat tawuran, nanti akan kami pesantren kilatkan di Polres Metro Depok,” katanya.

Selain tawuran, penggunaan petasan selama Ramadan juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, petasan bukan hanya mengganggu ketenangan warga yang sedang beribadah, tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran dan cedera.

“Petasan dan sejenisnya jelas melanggar regulasi dan aturan hukum. Jangan sampai mengganggu masyarakat lain yang sedang menjalankan ibadah puasa,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa remaja yang kedapatan menyalakan petasan secara sembarangan juga akan dimasukkan ke dalam program pembinaan serupa. Namun, Abdul Waras menekankan bahwa pendekatan ini tidak semata-mata bersifat represif, melainkan edukatif dan preventif.

Untuk merealisasikan program tersebut, Polres Metro Depok akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta tokoh agama dan pengelola pondok pesantren. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program pembinaan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut pengamat kriminologi dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta, pendekatan pembinaan berbasis komunitas dan keagamaan bisa menjadi alternatif solusi jangka pendek dalam menekan kenakalan remaja. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga sebagai garda terdepan pengawasan.

Sejalan dengan itu, Abdul Waras mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian dalam mengawasi seluruh wilayah Depok yang cukup luas. Karena itu, ia mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat.

“Jumlah personel kami masih terbatas. Kami berharap orang tua lebih peduli kepada anak-anaknya, terutama pada malam hari. Tanyakan mereka hendak ke mana dan untuk keperluan apa,” ujarnya.

Polres Metro Depok juga akan membentuk tim patroli khusus selama Ramadan. Tim ini akan bekerja sama dengan unsur TNI dari Kodim 0508/Depok serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Patroli difokuskan pada titik-titik rawan tawuran dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain itu, kegiatan Sahur on The Road turut menjadi perhatian. Abdul Waras menyebut kegiatan tersebut kerap memicu kerumunan dan potensi gesekan antar kelompok. Ia menilai kegiatan tersebut lebih banyak menimbulkan mudarat dibanding manfaat jika tidak dikelola dengan baik.

“Kami bersama Forkopimda akan menyikapi kegiatan Sahur on The Road. Jangan sampai niat berbagi justru berujung keributan atau gangguan kamtibmas,” katanya.

Data kepolisian menunjukkan bahwa pada periode Ramadan tahun-tahun sebelumnya, terjadi peningkatan laporan gangguan ketertiban yang melibatkan remaja, terutama pada akhir pekan. Oleh karena itu, langkah pencegahan sejak awal dinilai lebih efektif daripada penindakan setelah kejadian.

Tokoh masyarakat Depok yang hadir dalam forum diskusi tersebut menyambut baik rencana program pesantren kilat. Mereka berharap pendekatan pembinaan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang lebih disiplin dan religius.

Abdul Waras menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan selama Ramadan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat turut berkontribusi menciptakan suasana damai, sehingga warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Dengan kombinasi patroli rutin, kolaborasi lintas instansi, serta pembinaan melalui pesantren kilat, Polres Metro Depok optimistis dapat menekan angka tawuran dan gangguan keamanan selama bulan suci. Pendekatan preventif yang menekankan edukasi dan pembentukan karakter diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga kondusivitas Kota Depok sepanjang Ramadan 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atasi Pencemaran Sungai Cisadane, Pemkot Tangerang Tuangkan 1.500 Liter Ekoenzim
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Ekspedisi Merah Putih Sukses di Gunung Siguniang, KBRI Apresiasi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kapal Induk USS Gerald R. Ford Dikerahkan ke Timur Tengah
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Jadwal BRI Super League Hari Ini
• 10 jam lalubola.com
thumb
BPH Migas pastikan pasokan BBM di Jateng aman jelang Ramadhan
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.