Akses Pembayaran Digital, UMKM Tak Perlu Rekening Baru untuk Dapat QRIS

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Akses terhadap sistem pembayaran digital dinilai semakin penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah percepatan transformasi ekonomi digital.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2025, terdapat lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menjawab kebutuhan tersebut, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay), anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menyediakan layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh kode QRIS tanpa membuka rekening baru.

CEO iFortepay Valerino Wijaya mengatakan, layanan ini dirancang untuk memperluas akses pembayaran digital bagi pelaku UMKM yang masih menghadapi hambatan administratif. "Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif dan memudahkan transaksi di kalangan UMKM," ujar Valerino, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 14 Februari 2026.


 

Baca Juga :

Reino Barack Blak-blakan Kriteria UMKM Incaran dan Harapan dari Juragan Jaman Now Season 5
  Pelaku usaha kecil masih kesulitan penuhi persyaratan
Menurut dia, masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan memenuhi persyaratan administratif dalam mengakses layanan pembayaran nontunai.

Sebagai bagian dari layanan tersebut, proses pendaftaran QRIS cukup dengan KTP, swafoto dengan KTP, dan informasi dasar usaha. Melalui platform iFortepay, pelaku usaha dapat memantau transaksi secara real time, baik menggunakan QRIS statis maupun dinamis. Platform ini juga menyediakan fitur pemantauan status transaksi dan pengunduhan laporan keuangan.

Saat ini, iFortepay melayani merchant segmen UMKM dengan volume transaksi mencapai 1,2 juta per bulan. Pada fase awal implementasi produk, perusahaan menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada 2026.

Sejak beroperasi pada 2015, iFortepay menyediakan sistem terintegrasi yang mencakup lebih dari 20 metode pembayaran, termasuk kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, dan QRIS.

Perusahaan juga menyediakan infrastruktur pembayaran bagi sejumlah entitas usaha di berbagai sektor. Valerino berharap layanan tersebut dapat memperluas akses pembayaran digital, termasuk di wilayah yang belum terlayani optimal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos Sesalkan Pernyataan Wali Kota Denpasar, Bantah Penonaktifan BPJS PBI Instruksi Presiden
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Disdikbud Takalar Keluarkan Surat Edaran Jadwal Libur Ramadan dan Lebaran Suci Siswa PAUD hingga SMP
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Pengembangan Jagung Pangan Diperkuat untuk Dukung Swasembada dan Industri Nasional 2026
• 5 jam lalupantau.com
thumb
PSIS Resmi Perkenalkan Andri Ramawi sebagai Pelatih Kepala Baru untuk Arungi Putaran Ketiga
• 10 jam lalubola.com
thumb
BGN: Anggaran MBG Rp 335 T Tahun Ini, Setiap SPPG Dapat Rp 1 M per Bulan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.