AS Bakal Borong 6,5 Juta Barel Minyak Venezuela pada Maret 2026

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan penyulingan asal Amerika Serikat, Valero Energy, dikabarkan akan mengimpor hingga 6,5 juta barel minyak mentah dari Venezuela pada Maret mendatang.

Mengutip Reuters, volume tersebut rencananya akan dialirkan ke kilang-kilang Valero di wilayah Pantai Teluk AS.

"Jika terealisasi, langkah ini menjadikan Valero sebagai pembeli minyak Venezuela terbesar di antara perusahaan penyuling asing sejak pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah terhadap Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu," tulis laporan Reuters, dikutip Minggu (19/2).

Valero termasuk salah satu penyuling pertama di AS yang kembali menyerap minyak Venezuela setelah pemerintah Presiden Donald Trump mencapai kesepakatan pasokan senilai USD 2 miliar dengan pemerintahan sementara negara tersebut serta mulai melonggarkan sanksi.

Bila perusahaan berhasil mengamankan 10 kargo atau lebih, setara sekitar 210.000 barel per hari. Valero berpotensi melampaui Chevron sebagai pengimpor minyak mentah Venezuela terbesar di AS.

Jumlah ini juga menjadi yang tertinggi bagi Valero sejak Washington pertama kali menjatuhkan sanksi terhadap industri migas Venezuela pada Januari 2019.

Di sisi lain, Chevron yang merupakan satu-satunya perusahaan migas besar AS yang masih berproduksi di Venezuela diperkirakan meningkatkan ekspor menjadi sekitar 300.000 barel per hari pada Maret, naik dari 220.000 barel per hari pada Januari, menurut laporan Reuters bulan lalu.

Biasanya, Chevron mengolah hingga setengah dari volume ekspor tersebut di kilang miliknya, sementara sisanya dijual ke berbagai kilang di AS. Sebagian besar pasokan yang dilepas ke pasar domestik itu mengalir ke Valero.

Enam sumber menyebutkan, mayoritas minyak yang akan diimpor Valero pada Maret diperkirakan berasal dari Chevron. Selain itu, Valero juga bernegosiasi untuk mendapatkan sejumlah kargo dari perusahaan perdagangan komoditas seperti Trafigura, yang baru-baru ini mendapat izin pemerintah AS untuk ikut memperdagangkan minyak Venezuela bersama Chevron.

Secara terpisah, perusahaan dagang energi Vitol dijadwalkan mengirim tiga kargo nafta ke perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, dalam periode 22 Februari hingga 3 Maret.

Meski demikian, jadwal tersebut masih bisa berubah karena belum final. Sejumlah pihak yang mengetahui rencana ini memilih tidak disebutkan namanya karena menyangkut informasi sensitif. Vitol dan Trafigura menolak berkomentar, sementara Chevron dan PDVSA belum merespons permintaan tanggapan.

Juru bicara Valero merujuk pada pernyataan eksekutifnya, Randy Hawkins, usai rilis kinerja kuartal IV pada 29 Januari.

"Perusahaan tengah bernegosiasi dengan penjual resmi minyak mentah Venezuela dan memperkirakan pasokan tersebut akan menjadi bagian yang cukup besar dari pembelian minyak mentah berat untuk Februari dan Maret," kata Hawkins.

Sebelum sanksi diberlakukan, Valero memang memiliki kontrak jangka panjang dengan PDVSA. Perusahaan ini mengoperasikan jaringan kilang terbesar kedua di AS yang mampu mengolah minyak berat Venezuela, termasuk fasilitas berkapasitas 435.000 barel per hari di Port Arthur, Texas yang diperluas pada 2023.

Dengan kapasitas pemrosesan minyak Venezuela yang sebelumnya mencapai sekitar 240.000 barel per hari, Valero kini optimistis bisa menyerap volume yang jauh lebih besar seiring pelonggaran kebijakan terhadap negara anggota OPEC tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua Kecam Penembakan Pilot di Boven Digoel: Tidak Bisa Dibenarkan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Satgas Cartenz Identifikasi Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Berjumlah 20 Orang
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Ramadhan, TPU Jeruk Purut Dipadati Peziarah
• 56 menit laluokezone.com
thumb
Kuharap Duka Ini Selamanya, Lagu Baru Sangat Personal bagi Raisa
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Kekayaan 50 Orang Terkaya Hong Kong Mencapai Rekor Tertinggi ke US$366 Miliar
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.