UKP: Pengembangan wisata sejarah harus seiring upaya konservasi

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani menekankan bahwa pengembangan wisata sejarah harus berjalan seiring dengan upaya konservasi dan perlindungan situs.

"Budaya yang dirawat dengan benar bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Namun pelestarian harus selalu menjadi prioritas utama agar nilai sejarahnya tetap terjaga untuk generasi mendatang," kata Zita Anjani dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Hal ini dikatakannya saat meninjau situs bersejarah Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, salah satu peninggalan penting peradaban masa lampau di Sumatra.

Selain ke Kampar, pihaknya juga melakukan kunjungan kerja ke Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.

Baca juga: Pulau Macan, rekomendasi eco-resort unik dan alami di Jakarta

Di Kota Pekanbaru, Zita Anjani berdialog bersama Komunitas Suku Seni, yang aktif menggerakkan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Ia mengapresiasi peran anak muda dan penggiat seni yang konsisten menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

"Komunitas adalah jantung dari pariwisata berbasis pengalaman. Ketika budaya dirawat oleh generasi mudanya sendiri, di situlah pariwisata menemukan ruhnya," ujar Zita Anjani.

Sementara di Siak, Zita Anjani bertemu dengan pemda setempat dan juga audiensi bersama Komunitas Suwai dari Skelas, komunitas anak muda yang aktif mengembangkan pariwisata berbasis pengalaman dan pelestarian budaya.

Baca juga: Bangka Barat tambah dua bangunan Cagar Budaya Nasional

Pihaknya juga meninjau destinasi wisata sejarah serta merasakan pengalaman khas Makan Berhanyut, konsep wisata kuliner yang menghadirkan sensasi menikmati hidangan ikan di atas perahu sambil menyusuri sungai.

Menurut dia, pengalaman tersebut merupakan contoh konkret pariwisata otentik yang menyatukan alam, budaya sungai, dan tradisi kuliner masyarakat dalam satu kesatuan narasi.

"Manusia tidak benar-benar bepergian untuk melihat tempat baru, tetapi untuk menemukan cara baru melihat dunia dan dirinya sendiri. Pariwisata bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang nilai yang kita temui di sepanjang perjalanan. Dan nilai itu, di Indonesia, bernama budaya," kata dia.

Pihaknya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pariwisata yang berpijak pada identitas budaya, pemberdayaan komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif karena dinilai menjadi kunci agar pariwisata Riau tumbuh sebagai yang otentik, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.

Kunjungan diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi lintas wilayah di Provinsi Riau dalam mewujudkan pariwisata yang tidak hanya menghadirkan kunjungan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan alam sebagai aset bangsa.

Baca juga: Museum, liburan kelas menengah, dan ingatan bangsa yang terancam
Baca juga: Kemensos jadikan TMP Taruna Tangerang tujuan wisata sejarah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Terima Kabar Bahagia, Rising Star Arsenal Keturunan Jakarta Ini Eligible Dinaturalisasi Timnas Indonesia
• 2 menit lalutvonenews.com
thumb
Fasilitas Mewah Guru Sekolah Garuda Dinilai Melanggengkan Stratanisasi Guru
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Status JKN Dinonaktifkan Sementara, Pasien Masih Bisa Berobat di RS?
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Resmi Berjalan, Warga Gunung Antasari Sambut Koperasi Desa Merah Putih
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Atlet Muda Indonesia Ardana Cikal Siap Tampil di SEA Boluder League 2026
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.