KPK dalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterkaitan antara rangkap jabatan Mulyono saat menjabat Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan kasus dugaan korupsi dalam pengajuan restitusi pajak.

“Apakah kemudian nanti ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan atau menjadi modus-modus untuk melakukan pengaturan nilai pajaknya atau ada modus-modus lain yang masuk ke dalam unsur dugaan tindak pidana korupsi, ada unsur benturan kepentingannya? Itu masih akan didalami,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan yang dikonfirmasi dan dikutip di Jakarta, Minggu.

Sementara itu, dia menjelaskan penanganan etik Mulyono yang mempunyai jabatan di 12 perusahaan diserahkan KPK kepada Kementerian Keuangan.

“Itu masuk ke ranah internalnya Kementerian Keuangan. Bagaimana seorang ASN di Kementerian Keuangan bisa menjabat di 12 perusahaan, menjabat komisaris? Apakah itu diatur? Nah etik seorang ASN tentunya itu menjadi ranah pengawasan internalnya Kementerian Keuangan,” katanya.

Baca juga: OTT KPP Banjarmasin, KPK sita Rp1,5 miliar berupa uang dan bukti transaksi

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan KPP Banjarmasin, Kalsel.

Pada tanggal yang sama, KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, seorang aparatur sipil negara (ASN), dan seorang pihak swasta dalam OTT terkait proses restitusi pajak pertambahan nilai sektor perkebunan kelapa sawit.

Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan Mulyono (MLY), pegawai pajak KPP Madya Banjarmasin Dian Jaya Demega (DJD), dan Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti Venasius Jenarus Genggor (VNZ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengajuan restitusi pajak.

Baca juga: Selain Mulyono, KPK ungkap tangkap pegawai pajak dan pihak PT BKB

Baca juga: Purbaya: Kasus OTT momen perbaiki instansi pajak dan bea cukai


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Bangka Barat rilis peta lokasi rawan serangan buaya
• 28 menit laluantaranews.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Masuk Grup Neraka, Begini Tanggapan Simon Tahamata
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Transaksi 10 Kg Ganja di Stasiun Tanah Abang, 3 Pengedar Diciduk Polisi
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Soekarno Run 2026: Pramono Anung Lepas 10.000 Pelari di Tengah Hujan Rintik
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Populer Ekonomi Sepekan: Harga Perak Antam hingga Diskon Tiket Lebaran 2026
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.