Jakarta (ANTARA) - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, lega tim asuhannya dapat kembali memenangi pertandingn melawan tim papan atas saat Nerazzurri menang 3-2 atas Juventus pada pertandingan Liga Italia, Minggu dini hari WIB.
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” kata Chivu dikutip dari laman resmi Inter.
Kemenangan itu membuat Inter kini untuk sementara menjauhi kejaran tim peringkat kedua, AC Milan, dengan selisih delapan. Inter memiliki 61 poin dari 25 pertandingan. Sedangkan Juventus tersendat di posisi keempat dengan 46 poin.
Baca juga: Chiellini soroti wasit dan VAR ketika Juventus takluk dari Inter
Chivu bahkan mengakui timnya tidak tampil sepenuhnya sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan disebut menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi yang telah disiapkan.
“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar. Kami seharusnya bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik, tetapi karakter tim akhirnya muncul: kami ingin menang dan berhasil melakukannya lewat gol Zielinski,” kata pelatih asal Romania itu.
Pada pertandingan itu, Inter unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiasso pada menit ke-17. Cambiasso kemudian membayar kesalahannya itu dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-26. Juve kemudian harus menjalani sisa pertandingan dengan 10 pemain setelah Pierre Kalulu mendapat kartu merah pada menit ke-42.
Gol Pio Esposito merestorasi keunggulan Inter pada menit ke-76. Sebelum Manuel Locatelli mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus pada menit ke-83. Inter akhirnya mengunci kemenangan 3-2 berkat gol Piort Zielinski pada menit ke-90.
Baca juga: Inter Milan menang dramatis 3-2 melawan Juventus
Selain sorotan pada aspek mental, Chivu juga menanggapi keputusan wasit yang mengusir Pierre Kalulu setelah menerima kartu kuning kedua. Menurutnya, insiden tersebut sebenarnya terjadi akibat sentuhan ringan, tetapi tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan. Pemain saya merasa ada sentuhan karena dia lebih dulu sampai di bola, dan pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning,” ucap Chivu.
Lebih jauh, Chivu berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Inter dalam perburuan target musim ini. Dengan 13 laga tersisa, ia menegaskan perjalanan masih panjang dan timnya harus terus berkembang.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” ujarnya.
Baca juga: Diwarnai kartu merah Alvaro Morata, Como kalah 1-2 dari Fiorentina
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” kata Chivu dikutip dari laman resmi Inter.
Kemenangan itu membuat Inter kini untuk sementara menjauhi kejaran tim peringkat kedua, AC Milan, dengan selisih delapan. Inter memiliki 61 poin dari 25 pertandingan. Sedangkan Juventus tersendat di posisi keempat dengan 46 poin.
Baca juga: Chiellini soroti wasit dan VAR ketika Juventus takluk dari Inter
Chivu bahkan mengakui timnya tidak tampil sepenuhnya sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan disebut menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi yang telah disiapkan.
“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar. Kami seharusnya bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik, tetapi karakter tim akhirnya muncul: kami ingin menang dan berhasil melakukannya lewat gol Zielinski,” kata pelatih asal Romania itu.
Pada pertandingan itu, Inter unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiasso pada menit ke-17. Cambiasso kemudian membayar kesalahannya itu dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-26. Juve kemudian harus menjalani sisa pertandingan dengan 10 pemain setelah Pierre Kalulu mendapat kartu merah pada menit ke-42.
Gol Pio Esposito merestorasi keunggulan Inter pada menit ke-76. Sebelum Manuel Locatelli mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus pada menit ke-83. Inter akhirnya mengunci kemenangan 3-2 berkat gol Piort Zielinski pada menit ke-90.
Baca juga: Inter Milan menang dramatis 3-2 melawan Juventus
Selain sorotan pada aspek mental, Chivu juga menanggapi keputusan wasit yang mengusir Pierre Kalulu setelah menerima kartu kuning kedua. Menurutnya, insiden tersebut sebenarnya terjadi akibat sentuhan ringan, tetapi tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan. Pemain saya merasa ada sentuhan karena dia lebih dulu sampai di bola, dan pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning,” ucap Chivu.
Lebih jauh, Chivu berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Inter dalam perburuan target musim ini. Dengan 13 laga tersisa, ia menegaskan perjalanan masih panjang dan timnya harus terus berkembang.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” ujarnya.
Baca juga: Diwarnai kartu merah Alvaro Morata, Como kalah 1-2 dari Fiorentina





