Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem integritas data mangrove nasional melalui platform Mangrove Data Nusantara (Mandara), untuk mendukung perencangan dan pelaksanaan rehabilitasi pesisir secara terukur dan juga berkelanjutan.
Direktur Jendral Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kemenhut Dyah Murtiningsih mengatakan, Mandara dibuat untuk menghimpun, memverifikasi, dan juga mengintegrasikan data mangrove dari berbagai sumber menjadi satu referensi nasional yang akurat.
Advertisement
"Dengan Mandara, kita mengakhiri era data yang berbeda-beda dan bergerak menuju satu sistem terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan," katanya, dikutip dari Antara, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, fragmentasi data selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan mangrove secara optimal, pemberadaan sumber dan metode pendapatan menjadi menyulitkan perencanaan rehabilitasi yang tepat sasaran.
"Melalui Mandara, seluruh pemangku kepentingan menggunakan rujukan data yang sama sehingga perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi rehabilitasi mangrove dapat berjalan lebih sinkron dan akuntabel," ucap Dyah.
Dyah juga menegaskan bahwa penguatan sistem data merupakan fondasi yang penting dalam mendukung perlindungan pesisir dan juga mitigasi perubahan iklim.
Data yang dibilang kuat akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan juga berdampak nyata bagi semua masyarakat.
"Data yang kredibel akan melahirkan kebijakan yang tepat, rehabilitasi yang efektif, dan keberlanjutan ekosistem mangrove," kata Dyah.




