Menhub Pede Skema FWA Bantu Redam Lonjakan Mudik Lebaran 2026

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasydin ikut menaiki KRL Commuter Line Stasiun usai meresmikan Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai kebijakan flexible working arrangement (FWA) dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Menurutnya, fleksibilitas waktu kerja memungkinkan masyarakat mengatur perjalanan agar tidak menumpuk pada tanggal tertentu.

"Kebijakan ini memberi ruang bagi pengaturan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan berkurangnya kepadatan pada periode tertentu, beban petugas di lapangan juga dapat lebih terkendali sehingga pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih optimal," ujar Dudy di Jakarta, Minggu (15/2/2026).


Pemerintah telah menyepakati penerapan FWA bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. Berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2026 Kementerian Perhubungan, preferensi masyarakat menunjukkan kebijakan tersebut dinilai cukup efektif menekan potensi puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada H-5 dan H-3.

Baca: Purbaya Curhat Kocak, Ngaku Takut Datang ke UI Gara-Gara Ini

Dengan FWA, pergerakan pemudik cenderung terdistribusi ke hari-hari sebelum H-3 dan H-5, yakni H-6 hingga H-8. Sementara pada arus balik, FWA juga dinilai mampu menekan potensi puncak kepadatan pada H+4 hingga H+6 setelah Lebaran.

Distribusi perjalanan menjadi lebih merata karena sebagian masyarakat menggeser rencana perjalanan di luar rentang H-8 hingga H+8, baik lebih awal maupun lebih akhir.

Dudy menjelaskan, hasil survei memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan pada Lebaran 2026. Sebagai pembanding, pada 2025 survei mencatat potensi pergerakan 146 juta orang, dengan realisasi mencapai 154 juta orang.

Baca: Ini Model Gamis Bini Orang yang Viral dan Diburu di Pasar Tanah Abang

"Pengalaman tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan realisasi di lapangan. Meski survei tahun ini menunjukkan penurunan sekitar 1,7%, hal itu tidak mengurangi kewaspadaan kami dalam melakukan persiapan," kata Dudy.

Ia menambahkan, dengan mempertimbangkan libur panjang dan penerapan FWA, periode pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung sekitar dua pekan.

"Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat berpotensi kurang lebih sama dengan realisasi tahun kemarin," ujarnya.

Menhub juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan FWA secara bijak, serta memilih waktu keberangkatan di luar periode puncak arus mudik dan balik.

"Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berlangsung selamat, aman, dan nyaman," tutupnya.

 


(tfa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: ASN Wajib Aktivasi Coretax Hari Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Tumbang di GBT, Bhayangkara Putus Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Jelang Kunjungan, Trump Sebut Hubungan dengan Venezuela Kini Sangat Baik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Lazio vs Atalanta Sedang Tayang di ANTV, Laga Panas Tengah Malam
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Mensos uji coba pemberdayaan penerima bansos di Kopdes Dukuhrejo
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.