Curhat Ibu-ibu Petani Purwakarta ke Waka BGN: Menunya Jangan Singkong Terus Dong

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Ibu-ibu rumah tangga petani kecil di pelosok Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengaku senang karena anak-anak mereka kini sudah menerima hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah masing-masing.

Mereka berharap hidangan MBG yang diantarkan oleh Satuan-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah dan posyandu itu bisa lebih beragam.

“Alhamdulillah, seneng ada MBG… Tapi kalau boleh jangan singkong lagi, ya, Buu... Kalau singkong, mah, kami sudah biasa makan itu,” kata Siti, seorang ibu rumah tangga warga desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dikutip Minggu (15/2).

Seloroh Siti pun disambut tawa lepas ibu-ibu rumah tangga lain. Semua pun berharap hal yang sama. “Hahahaa… iya-iya… bener, Buuu… hahahaaa…!” kata mereka sambil tetawa, ketika berdialog dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

Sambil tertawa pula Nanik kemudian memanggil Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Purwakarta. “Mana Korwil? Tolong dengerin… Kasih tahu para kepala SPPG, menunya jangan singkong…,” ujarnya.

Ia meminta agar dapur-dapur MBG kreatif dalam menyusun menu yang bergizi, serta memasaknya dengan baik dan aman.

“Tapi kalau singkongnya dikasih keju, kalian mau, kan…?” tanya Nanik lagi kepada ibu-ibu petani kecil itu. Ternyata jika singkong itu dimodifikasi dan diolah dengan baik, mereka suka juga. “Mau Buu… mau,” kata mereka sambil tertawa-tawa riang.

Selama setengah jam lebih Ibu-ibu petani kecil itu kemudian ngobrol sekaligus curhat kepada Wakil Kepala BGN. Mereka mengaku senang dan bersyukur karena saat ini anak-anak mereka sudah mendapat MBG di sekolah. “Saya nggak perlu menyiapkan uang jajan lagi,” kata seorang Ibu petani.

Karena anak-anak mereka sudah mendapatkan MBG di sekolah, mereka pun bisa menyisihkan uang honor mereka sebagai buruh tani, untuk keperluan lainnya. “Di sini, setengah hari dapat 65 ribu, Bu…,” kata seorang Ibu petani lainnya.

Perbincangan ini terjadi saat kunjungan pada Selasa, 11 Februari 2026. Hari itu Nanik datang ke Desa Cileunca untuk menanam dan memanen bayam yang ditanam ibu-ibu petani lokal bersama para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Purwakarta yang sedang dibina untuk menjadi petani. Kegiatan itu merupakan rangkaian acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG.

Warga Binaan Lapas Diberdayakan untuk Menyiapkan Bahan Baku MBG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang berkunjung ke Desa Cileunca, Kecamatan Bojong Kanda, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, awal pekan ini.

Ia hadir untuk menanam dan memanen bayam di kebun, bersama para narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Purwakarta yang sedang dibina untuk menjadi petani.

Kegiatan itu adalah rangkaian acara Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Menjadi Petani Lokal dalam Mendukung Program MBG. Acara digagas Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hafidin, bersama Dinas Pemasyarakatan Purwakarta, dan Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (Prokerma) BGN.

“Kami bersyukur, karena Ibu Waka berkenan hadir ke tempat ini,” kata Abang Ijo.

Warga binaan Lapas itu adalah para narapidana yang terlibat dalam berbagai kasus kejahatan, mulai dari kasus tawuran, pencurian, penggelapan, perampokan, pelecehan seks, narkoba sampai pembunuhan. Mereka tinggal menjalani hukuman 2-3 bulan sebelum bebas.

Menurut Wakil Bupati Purwakarta, dia menjalin kerja sama dengan Kepala Lapas Purwakarta untuk menyiapkan para napi sebelum kembali ke masyarakat dengan berbagai keahlian, termasuk bertani.

Wakil Bupati Abang Ijo sengaja menyewakan beberapa hektar lahan pertanian, senilai Rp 5 juta/hektar. Lahan itu kemudian diolah para warga binaan Lapas dan ditanami sayuran bayam dan kangkung bersama para Ibu-Ibu petani.

Selama setengah hari mereka mendapat honor Rp 65 ribu per hari. Selanjutnya mereka akan diarahkan untuk menanam sayuran lain yang dibutuhkan di dapur-dapur MBG.

Nanik sangat mengapresiasi gagasan Wakil Bupati Purwakarta itu. Sebab, dengan kegiatan seperti ini, para penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa diberdayakan untuk bertani. Ia juga memastikan bahwa sayuran yang mereka tanam dan mereka panen itu bisa disalurkan untuk memasok dapur MBG.

Ia bahkan langsung mengingatkan para Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta agar seluruh SPPG di wilayah mereka menerima pasokan sayuran produksi rakyat dan warga binaan.

“Nanti masukkan ke SPPG, Korcam, dan juga Korwil, sampaikan. Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau nggak diterima. Saya tutup dapurnya. Tutup. Nggak ada cerita!” kata Nanik dengan tegas.

Pada acara itu, Nanik menyempatkan diri untuk berdialog dengan sekitar 40 narapidana yang sedang menjalani masa-masa akhir penahanan di Lapas Purwakarta, dan tengah diberdayakan sebagai petani.

“Kamu kenapa? Penggelapan? Jangan gelap-gelapin, lah… jalan yang bener aja… Dipenjara kan nggak enak juga, nggak bisa ketemu saudara, nggak ketemu isteri…,” ujarnya.

Mantan jurnalis senior itu lalu mengimbau para warga binaan Lapas Purwakarta itu agar insyaf, rajin salat, bertaubat dengan sebenar-benarnya dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebelumnya.

“Kamu punya anak perempuan, kan? Memangnya kamu mau kalau anakmu diperlakukan seperti itu juga,” kata Nanik kepada seorang narapidana yang dihukum karena kasus susila.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu mengimbau para narapidana binaan Lapas Kelas II Purwakarta untuk mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya dengan bekerja dan memulai usaha pertanian. Nanik pun mengajak mereka untuk berikrar.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang sudah saya lakukan,” ujarnya diikuti para warga binaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Jelaskan Kemungkinan Partisipasi RI dalam Pasukan Stabilisasi Gaza
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Ruben Onsu Pulang Umrah dengan Tampilan Baru, Ini Alasannya
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polemik Wakaf Alquran Taqy Malik, Isu Mark Up hingga Transparansi Dana Jadi Sorotan
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
• 11 jam lalusuara.com
thumb
RS Sumber Waras Akan Disiapkan Jadi RS Internasional Khusus Kanker dan Jantung
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.