Salat Tahajud Boleh Berjamaah? Ini Penjelasannya

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Shalat. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Salat tahajud dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya janji Allah SWT untuk mengangkat derajat hamba-Nya yang istiqamah menjalankannya.

Dalam praktiknya, salat tahajud lazim dikerjakan secara sendiri-sendiri. Namun, pada kondisi tertentu seperti kegiatan pesantren kilat, malam bina iman dan takwa (mabit), atau agenda pembinaan keagamaan, salat tahajud kerap dilakukan secara berjamaah.


Lantas, apakah salat tahajud boleh dilaksanakan berjamaah?

Baca: Sidang Isbat 17 Februari, Pakar Astronom Pastikan Hilal Tidak Terlihat

Mengutip penjelasan dari portal resmi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia pada Minggu (15/2/2026), para ulama pada dasarnya membagi salat sunnah ke dalam dua kategori: salat sunnah yang disunnahkan berjamaah dan salat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah.

Ulama besar mazhab Syafi'i, Imam An-Nawawi, dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa salat sunnah yang dianjurkan berjamaah antara lain salat Id, salat gerhana (kusuf), salat istisqa, serta salat tarawih.

"Salat sunnah terbagi menjadi dua jenis. Pertama, salat yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah, yaitu salat ied, salat gerhana, salat istisqa, dan juga tarawih menurut pendapat yang paling sahih," tulis Imam An-Nawawi.

Baca: Awas Jangan Salah Beli! Ini 6 Ciri Produk Kurma Israel

Sementara itu, salat sunnah di luar kategori tersebut, termasuk salat tahajud, tidak disunnahkan untuk dilakukan berjamaah. Meski demikian, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa jika salat sunnah ini tetap dilakukan secara berjamaah, maka hukumnya sah.

Pandangan serupa disampaikan oleh Sayyid Abdurrahman Ba'alawi dalam kitab Bughyatul Mustrasyidin. Ia menyebutkan bahwa salat sunnah seperti witir atau tasbih boleh dilakukan secara berjamaah, tanpa unsur makruh. Namun, pahala khusus berjamaah tidak berlaku.

"Dibolehkan melaksanakan salat berjamaah seperti salat witir dan salat tasbih. Tidak ada unsur makruh di dalamnya, tetapi juga tidak ada pahala (khusus) karena berjamaah," tulisnya.

Meski tidak mendapatkan pahala berjamaah, pelaksanaan salat sunnah secara berjamaah tetap berpotensi menghadirkan pahala lain, terutama jika disertai niat baik. Misalnya, untuk mendidik, mengajarkan, atau memotivasi orang lain agar lebih semangat beribadah dan menghidupkan malam dengan amalan sunnah.

Dengan demikian, salat tahajud boleh dilaksanakan secara berjamaah, terutama dalam konteks pembinaan dan pendidikan. Namun, umat Islam perlu memahami bahwa pahala yang diperoleh bukanlah pahala berjamaah, melainkan pahala dari niat baik di balik pelaksanaannya.

 


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Modal, BPR Syariah Siap Ekspansi Kredit ke UMKM-Sekolah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Longsor Tebing di Lembah Anai, Jalur Padang-Bukittinggi Buka Tutup
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Video: Kapan lagi! Beli AC di Dapat Diskon
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Brankas Sekolah Dibobol Lagi, SMK Negeri 2 Ponorogo Disatroni Maling Gondol  Rp 66 Juta
• 22 jam lalurealita.co
thumb
PSI Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Tol Baru Ini Dibuka Gratis saat Mudik, Palembang-Jambi Makin Dekat
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.