Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup pada 20 Februari hingga 20 Maret 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, KUNINGAN- Seluruh jalur pendakian di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat resmi ditutup mulai Jumat (20/2/2026) hingga Jumat (20/3/2026). 

Penutupan dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem sekaligus pemulihan ekosistem kawasan. Jalur pendakian dijadwalkan kembali dibuka pada Sabtu (21/3/2026)

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Toni Anwar dalam keterangan resminya menyebutkan, kebijakan ini diberlakukan untuk menutup seluruh aktivitas wisata pendakian di dalam kawasan taman nasional. Penutupan total tersebut mencakup semua jalur resmi yang biasa digunakan pendaki dari wilayah Kabupaten Kuningan maupun Majalengka.

“Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menutup segala aktivitas wisata pendakian,” ujarnya.

Penutupan ini bertepatan dengan periode puncak musim hujan di wilayah Jawa Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas hujan tinggi kerap meningkatkan risiko longsor, jalur licin, pohon tumbang, hingga potensi kecelakaan pendakian. Selain faktor keselamatan, pengelola kawasan juga menilai perlu adanya jeda kunjungan untuk memulihkan vegetasi dan struktur tanah yang tertekan aktivitas wisata.

Gunung Ciremai yang berada di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit pendaki dari berbagai daerah, terutama saat musim liburan dan akhir pekan panjang.

Baca Juga

  • Wisata di Taman Nasional Gunung Ciremai Tumbuh Cepat, Pemerintah Mulai Ketatkan Aturan
  • Warga Cirebon Tuntut Kepastian Hak atas Pemanfaatan Mata Air Gunung Ciremai
  • Pengawasan 97 Mata Air Gunung Ciremai Diperketat usai Temuan Pemanfaatan Ilegal

Sebelum penutupan total pada 20 Februari, BTNGC juga telah melakukan penutupan parsial pada sejumlah jalur. Namun mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026, seluruh akses pendakian dinyatakan tidak dapat digunakan. Balai menegaskan tidak ada pengecualian untuk aktivitas wisata selama periode tersebut.

Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket secara daring pada rentang waktu penutupan, pengelola meminta agar segera melakukan konfirmasi kepada admin untuk penjadwalan ulang. Skema ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pendaki saat jalur kembali dibuka.

Kebijakan penutupan sementara ini bukan kali pertama diterapkan. Dalam beberapa tahun terakhir, pengelola taman nasional secara berkala menutup jalur pendakian pada musim hujan atau saat kondisi ekosistem dinilai membutuhkan waktu pemulihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya dukung lingkungan dan meminimalkan risiko kecelakaan.

Dari sisi lingkungan, periode tanpa aktivitas pendakian memberi kesempatan bagi vegetasi bawah, jalur tanah, serta sumber mata air untuk pulih dari tekanan kunjungan. Intensitas pendakian yang tinggi, terutama pada musim ramai, berpotensi mempercepat erosi jalur dan merusak tutupan tanah jika tidak diimbangi pengelolaan yang ketat.

Balai mengimbau masyarakat dan komunitas pendaki untuk mematuhi kebijakan penutupan serta tidak memaksakan diri memasuki kawasan selama periode tersebut. Pengawasan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas pendakian ilegal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Pelatih Timnas Indonesia U-17 Yakin Garuda Muda Bisa Membalikkan Prediksi di Piala Asia U-17 2026
• 21 jam lalubola.com
thumb
Pulpen dan Buku Jadi Barang Mahal bagi Anak Bangsa
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ekspektasi Terlalu Tinggi! 3 Zodiak Ini Sering Alami Patah Hati
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jadwal Super League Hari Ini Bali United vs Persija Jakarta: Duel Inkonsisten
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Tahun Ini Jadi Ramadan Terakhir El Rumi Melajang, Ia Akan Menikah dengan Syifa Hadju dalam Waktu Dekat
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.