JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat mengungkapkan lini masa atau timeline rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza dalam rangka misi kemanusiaan setelah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BOP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, timeline ini disusun berdasarkan Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia, pada Kamis (12/2/2026).
“Timeline yang disusun adalah pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi hingga Februari, gelar kesiapan pasukan pada akhir Februari,” kata Donny, saat dikonfirmasi Kompas.com, pada Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Deretan Peringatan untuk Pemerintah: Hati-hati Kirim TNI ke Gaza
“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026 dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026,” tambah dia.
Dalam konteks ini, Donny mengungkapkan bahwa frasa “siap berangkat” bukan berarti pasukan telah berangkat ke Gaza untuk menjalani misi kemanusiaan.
“Melainkan, benar-benar dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu,” tegas dia.
Kendati demikian, TNI Angkatan Darat sejauh ini belum menerima informasi keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan tentara ke Gaza.
“Sebagaimana disampaikan oleh Karo Humas Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait bahwa rencana pengiriman sekitar 8.000 personel masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden RI,” tegas dia.
TNI dikirim ke GazaDiberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.
"Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Kemlu RI Tegaskan Batasan TNI di Gaza, Tegas Tolak Relokasi Paksa Warga Palestina
Prasetyo mengatakan, pemerintah masih melakukan persiapan terkait pengiriman pasukan itu.
Saat ditanya kapan dan lokasi pengiriman pasukan, ia mengatakan masih menunggu tercapainya kesepakatan.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



