Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat Moody's Ratings menurunkan outlook sistem perbankan Indonesia dari stabil menjadi negatif, di tengah keputusan lembaga pemeringkat tersebut yang memertahankan outlook stabil terhadap 13 sistem perbankan di kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Moody’s Ratings baru-baru ini telah merilis outlook individual terhadap 17 sistem perbankan di kawasan Asia-Pasifik. Dari total tersebut, sebanyak 13 sistem perbankan di kawasan Asia-Pasifik memiliki prospek stabil.
“Kami merevisi prospek Hong Kong dan Korea menjadi stabil dari sebelumnya negatif,” tulis Moody’s dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Pada saat yang sama, lembaga pemeringkat itu memertahankan prospek negatif untuk Bangladesh, China, dan Thailand. Moody’s juga merevisi prospek Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
“Kami memertahankan prospek negatif untuk Bangladesh, China, dan Thailand, serta merevisi prospek Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil,” ungkap lembaga tersebut.
Adapun 13 sistem perbankan dengan prospek stabil tersebut adalah Australia, Hong Kong, India, Jepang, Korea, Malaysia, Mongolia, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Vietnam.





