Hasto Sebut Pemilu Masih Jauh, PDI-P Fokus Kerja untuk Rakyat

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak dalam demokrasi elektoral semata, meski mulai bermunculan survei elektabilitas menuju Pemilu 2029.

“Yang penting sekarang kerja untuk rakyat dulu. Pemilu masih jauh,” ujar Hasto, di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Hasto menilai, demokrasi seharusnya dimaknai secara lebih substansial, yakni menghadirkan keadilan sosial dan menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, bukan sekadar perbincangan angka elektabilitas.

“Jangan dibawa demokrasi ini elektoral, lalu setiap hari hanya berbicara tentang pemilihan. Lebih baik kita bicara demokrasi substansial, demokrasi untuk rakyat,” kata dia.

Baca juga: Hasto Sebut PDI-P Dorong Penguatan UU KPK, Fokus Berantas Kejahatan Korupsi Besar

Ia mencontohkan persoalan kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai daerah, salah satunya kasus seorang anak sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disebutnya bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis.

“Kita lihat apa yang terjadi di NTT, ada anak sekolah yang harus bunuh diri karena tidak bisa membeli alat tulis. Itu pukulan kemanusiaan kita, tamparan buat kita semuanya,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, tragedi tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa tugas utama partai politik adalah hadir di tengah rakyat dan membantu mengatasi persoalan dasar, seperti akses pendidikan dan kehidupan yang layak.

Baca juga: PDI-P soal 11 Juta PBI Dinonaktifkan: BPJS Bukan Profit Oriented

Ia menegaskan, PDI Perjuangan memilih mengarahkan energi politiknya untuk kerja-kerja konkret di lapangan dibanding membangun narasi elektoral jangka panjang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hasto menambahkan, demokrasi yang sehat bukan hanya diukur dari kompetisi pemilu, tetapi dari sejauh mana negara dan partai politik mampu menjamin hak-hak dasar warganya.

“Partai juga harus bergerak turun ke bawah untuk ikut mengatasi masalah-masalah itu,” kata Hasto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa yang Harus Segera Dilakukan Jika Mobil Terbakar Saat di Perjalanan
• 18 jam laluparagram.id
thumb
Ketepatan Waktu Perjalanan KA di Daop 2 Bandung Dekati 100%
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ditunjuk Jadi Pelatih Balap Pribadi, Jorge Lorenzo Siap Bangkitkan "Mental Pembunuh" Maverick Vinales di MotoGP 2026
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertandingan Persahabatan: Korpri All Star Menang Dramatis 4-3 Lawan David FC
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
DPR Diminta Prioritaskan RUU Perampasan Aset
• 46 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.