Aktif Bertransaksi Digital, Generasi Muda Harus Atur Strategi Jaga Keuangan

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gaya hidup serba cepat membuat anak muda semakin akrab dengan transaksi digital, mulai dari ngopi sepulang kerja, langganan platform hiburan, belanja daring, hingga bayar tagihan lewat ponsel.

Kemudahan ini memberi fleksibilitas, tetapi juga menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin agar tetap stabil dalam jangka menengah dan panjang.

“Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, dikutip Bisnis, Jumat (13/1/2026). 

Tidak dipungkiri, kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan menunjukkan tren positif. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46%. 

Kendati meningkat, pemahaman perlu diiringi praktik yang konsisten, terutama di kalangan generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital. Penting mempelajari berbagai produk keuangan sebelum menggunakannya, termasuk risiko dan manfaatnya.

Sementara itu, Lindawati menyampaikan bahwa kemudahan transaksi digital memang memberi ruang bagi anak muda untuk menikmati hidup dengan lebih fleksibel. Namun, di balik kenyamanan tersebut, pengelolaan keuangan jangka menengah kerap menjadi tantangan tersendiri. 

Baca Juga

  • 10 Tips Keuangan agar Hidup Lebih Baik pada 2026
  • Tips Keuangan agar Tetap Produktif Saat Finansial Menurun
  • Tips Keuangan Anti Boncos Untuk Anak Kos

Fokus pada kebutuhan harian dan gaya hidup sering kali membuat perencanaan keuangan ke depan berjalan tanpa disadari. Keseharian ini tercermin dari kebiasaan banyak anak muda yang mengandalkan satu rekening utama untuk berbagai kebutuhan, dari transaksi rutin hingga hiburan.

Tanpa pemisahan dana yang jelas, arus pengeluaran harian berpotensi menyisakan ruang yang semakin sempit bagi simpanan yang lebih terencana. “Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” tutur Lindawati. 

Menurutnya, tabungan digital berperan sebagai pusat kendali transaksi harian, sementara simpanan berjangka seperti deposito dapat menjadi alat bantu disiplin finansial karena dana tidak mudah dicairkan secara spontan.

Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital mulai dipandang sebagai pilihan yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara menikmati hidup hari ini dan menyiapkan kebutuhan esok. Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, karakter deposito yang berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital. 

“Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” sebut Lindawati.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Badai PHK Menghantui Harley-Davidson
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Senayan City, YSMS dan YKAKI Berkolaborasi Gelar Fairy Tale Time Bagi Anak-Anak Pejuang Kanker
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Soal Tuduhan Pungli LPH dalam Sertifikasi Halal, ALPHI Minta Klarifikasi Objektif
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Ini Model Gamis Bini Orang yang Viral dan Diburu di Pasar Tanah Abang
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
MenPANRB: IKN Momentum Merancang Cara Baru Negara Bekerja
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.