JAKARTA, KOMPAS.TV - Kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu muncul seiring adanya pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026).
Namun, Netanyahu tampaknya tak akan hadir dalam pertemuan perdana tersebut. Berdasarkan sumber diplomatik, Sabtu (14/2/2026), The Times of Israel mengungkapkan Netanyahu mengutus Menteri Luar Negeri Gideon Saar ke pertemuan perdana BoP.
Sejumlah kepala negara yang menjadi anggota Board of Peace akan bertemu dalam pertemuan perdana tersebut, termasuk Presiden Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Berpotensi Bertemu Netanyahu di Pertemuan BoP, Hikmahanto Wanti-Wanti Bahaya Ini
Arab Saudi juga akan mengirimkan perwakilan ke pertemuan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menegaskan negaranya belum berkomitmen mendanai rekonstruksi Gaza.
Ia menegaskan Saudi baru akan melakukannya jika sudah ada kejelasan terkait penarikan pasukan Israel yang belum dilaksanakan dan pelucutan senjata Hamas.
Sebelumnya, dalam Bola Liar Kompas TV, Jumat (13/2/2026), pengamat luar negeri Hikmahanto Juwana mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi Prabowo bertemu Netanyahu dalam pertemuan tersebut.
“Masalahnya konstituen kita di Indonesia bisa menerima ini, enggak? Jangan sampai nanti bapak Presiden tersenyum, peluk-pelukan (dengan Netanyahu), nah itu bahaya, kalau menurut saya,” ujar Hikmahanto.
“Kalau harus bertemu datar saja, mungkin, ya kalau bisa dihindari, hindari."
Baca Juga: Indonesia Gabung BoP Bentuk Ikhtiar untuk Palestina, Bisa Aliansi dengan Kekuatan Kawasan
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Times of Israel
- board of peace
- gideon saar
- presiden prabowo
- benjamin netanyahu
- gaza





