Donald Trump Kunjungi Pangkalan Militer, Temui Tim Penangkap Maduro

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 13 Februari, mengunjungi Pangkalan Militer Fort Bragg di North Carolina. Dalam kunjungan tersebut, ia secara khusus bertemu dengan anggota tim operasi militer “Absolute Resolve” yang disebut bertanggung jawab atas penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, serta keluarga mereka.

Dalam pidatonya, Trump memuji kekuatan militer Amerika Serikat dan menyatakan bahwa kemampuan tempur pasukan AS di Iran maupun Venezuela telah membuat musuh-musuh global merasa gentar.

“Tidak ada negara lain yang memiliki prajurit sehebat yang kita miliki,” ujar Trump.
“Dengan bantuan kalian, Amerika kembali menang, kembali dihormati, dan—yang paling penting—kita membuat musuh-musuh dunia merasa takut.”

Soroti Operasi Militer dan Modernisasi Angkatan Bersenjata

Trump menyinggung operasi penangkapan pada Januari lalu sebagai bukti keunggulan militer AS. Ia menyatakan bahwa peralatan buatan Rusia maupun Tiongkok yang digunakan pihak lawan tidak mampu menghadapi serangan mendadak pasukan Amerika.

Ia juga menyoroti peningkatan kekuatan militer, termasuk operasi pengeboman menggunakan pesawat siluman B-2 dalam misi yang disebut “Midnight Hammer” di Iran, serta operasi “Absolute Resolve” di Venezuela.

Selain itu, Trump memaparkan bahwa melalui undang-undang yang disebutnya sebagai “Big and Beautiful Bill”, pemerintah telah menaikkan gaji prajurit aktif dan mengalokasikan lebih dari 1 miliar dolar AS untuk renovasi perumahan militer. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang dianggap sebagai “tuntutan politik yang tidak relevan” telah dihapuskan, sehingga militer kini dapat fokus sepenuhnya pada tugas pertahanan.

Menurut Trump, tren perekrutan militer juga meningkat signifikan. Ia menyebut bahwa pada 2026 jumlah pendaftar diperkirakan mencapai 116% dari target rekrutmen, dengan masuknya generasi baru prajurit yang lebih kuat dan siap tempur.

Isu Venezuela, Iran, dan Greenland

Sebelum bertolak ke Fort Bragg, Trump menyampaikan bahwa hubungan AS dengan pemerintahan sementara Venezuela berjalan baik. Ia mengatakan bahwa pendapatan dari penjualan minyak Venezuela—dengan dukungan AS—sebagian besar akan dikembalikan untuk pembangunan negara tersebut. Ia juga menyebut kemungkinan melakukan kunjungan ke Venezuela, meskipun jadwalnya belum ditentukan.

Terkait Iran, Trump mengakui bahwa perundingan berlangsung sulit. Ia mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat tengah mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai langkah kesiapsiagaan, namun tetap optimistis bahwa kesepakatan pada akhirnya dapat dicapai.

Selain itu, ia menyebut Amerika Serikat sedang berdiskusi dengan pihak Eropa mengenai isu pertahanan dan status Greenland.

Dalam konteks perang Rusia–Ukraina, Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk segera mengambil langkah konkret guna mencapai perdamaian.

“Rusia ingin membuat kesepakatan. Zelenskyy juga harus bertindak sekarang, atau ia akan kehilangan peluang besar,” tegasnya.

Anggaran Ditolak, Departemen Keamanan Dalam Negeri Terancam Tutup

Sementara itu di Kongres AS, pada Kamis (12 Februari), Senat menolak rancangan undang-undang anggaran yang diajukan DPR untuk mendanai United States Department of Homeland Security. Karena Kongres akan memasuki masa reses selama 10 hari mulai pekan depan, lembaga tersebut terancam kembali mengalami penutupan operasional.

Dampaknya berpotensi dirasakan pada berbagai sektor, termasuk penegakan hukum perbatasan, keamanan bandara, dan penanganan darurat bencana.

Pada Jumat, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang tengah melakukan kunjungan kerja di Phoenix, menggelar konferensi pers untuk mendukung RUU SAVE terkait verifikasi identitas pemilih. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden penggunaan laser anti-drone oleh aparat perbatasan yang menyebabkan Bandara El Paso sempat ditutup beberapa jam. Noem menegaskan bahwa dirinya tetap memimpin departemen tersebut beserta 23 lembaga di bawahnya.

Trump dalam kesempatan yang sama kembali menegaskan dukungannya terhadap aparat penegak hukum federal. Ia menyatakan bahwa dalam setahun terakhir ratusan ribu pelaku kejahatan telah ditangkap dan tingkat kriminalitas nasional berada di titik terendah dalam sejarah. (jhon)

Ia juga menyinggung data inflasi terbaru yang menurutnya menunjukkan tren yang menggembirakan. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut Selama Ramadan
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Jangankan Marc Marquez, Toprak Razgatlioglu Bahkan Merasa Tak Lebih Baik dari Pembalap Cadangan Ducati Jelang MotoGP 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Wapres Gibran Kunker ke Semarang, Cek Pembangunan Tol Demak hingga Soroti Pengendalian Rob Pantura
• 14 menit laluidxchannel.com
thumb
Doa Megawati untuk Indonesia di Tanah Suci: Terus Bersatu dan Jauh dari Perpecahan
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Sentuhan Tangan Dingin 2 Pelatih Cantik Bikin Persib Merajai Hydroplus Soccer League
• 5 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.