Khofifah canangkan bebas sampah plastik di sekolah se-Jatim

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jatim sebagai langkah membangun kesadaran kolektif menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

"Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang," kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan pencanangan tersebut menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia ASRI.

Pencanangan ditandai dengan pengangkatan tumbler secara bersama-sama oleh Khofifah dan para pemangku kepentingan sektor pendidikan sebagai simbol komitmen mengurangi sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

"Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan," ujarnya.

Baca juga: Menteri LH: Presiden ingatkan sampah harus ditangani mulai dari hulu

Menurut dia, pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk membiasakan penggunaan wadah minum guna ulang dalam aktivitas sehari-hari.

"Aksi pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari," katanya.

Khofifah menambahkan gerakan bebas sampah plastik juga diterapkan di lingkungan Pemprov Jatim sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

"Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia," ucapnya.

Ia berharap sektor pendidikan menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

"Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama," tuturnya.

Baca juga: Menteri LH: 35 kabupaten/kota sudah tak berstatus darurat sampah

Baca juga: Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah melesat, naik jadi 24,95 persen


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Whoosh Passengers Hit 25,700 Mark During Chinese New Year Holiday
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lonjakan Pekerja Migran Indonesia di Jepang: Sinyal Baik atau Alarm Kerentanan?
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Terkait OTT Bea Cukai, KPK: Memungkinan Barang Terindikasi Palsu dan Ilegal Otomatis Lolos Pemeriksaan
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Babi Terbang Bikin Desa di China Mati Lampu 10 Jam, Kok Bisa?
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Apa yang Harus Segera Dilakukan Jika Mobil Terbakar Saat di Perjalanan
• 18 jam laluparagram.id
Berhasil disimpan.