Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jatim sebagai langkah membangun kesadaran kolektif menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
"Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang," kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan pencanangan tersebut menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia ASRI.
Pencanangan ditandai dengan pengangkatan tumbler secara bersama-sama oleh Khofifah dan para pemangku kepentingan sektor pendidikan sebagai simbol komitmen mengurangi sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
"Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan," ujarnya.
Baca juga: Menteri LH: Presiden ingatkan sampah harus ditangani mulai dari hulu
Menurut dia, pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk membiasakan penggunaan wadah minum guna ulang dalam aktivitas sehari-hari.
"Aksi pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari," katanya.
Khofifah menambahkan gerakan bebas sampah plastik juga diterapkan di lingkungan Pemprov Jatim sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
"Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia," ucapnya.
Ia berharap sektor pendidikan menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama," tuturnya.
Baca juga: Menteri LH: 35 kabupaten/kota sudah tak berstatus darurat sampah
Baca juga: Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah melesat, naik jadi 24,95 persen
"Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang," kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan pencanangan tersebut menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia ASRI.
Pencanangan ditandai dengan pengangkatan tumbler secara bersama-sama oleh Khofifah dan para pemangku kepentingan sektor pendidikan sebagai simbol komitmen mengurangi sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
"Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan," ujarnya.
Baca juga: Menteri LH: Presiden ingatkan sampah harus ditangani mulai dari hulu
Menurut dia, pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk membiasakan penggunaan wadah minum guna ulang dalam aktivitas sehari-hari.
"Aksi pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung bukan sekadar simbolis, melainkan ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari," katanya.
Khofifah menambahkan gerakan bebas sampah plastik juga diterapkan di lingkungan Pemprov Jatim sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
"Memang sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia," ucapnya.
Ia berharap sektor pendidikan menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama," tuturnya.
Baca juga: Menteri LH: 35 kabupaten/kota sudah tak berstatus darurat sampah
Baca juga: Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah melesat, naik jadi 24,95 persen





