TABLOIDBINTANG.COM - Yasmin Napper akhirnya kembali menyapa penggemarnya lewat sinetron terbaru bertajuk "Istiqomah Cinta" SCTV. Kembalinya aktris 22 tahun itu ke layar kaca disambut antusias penggemar, terutama setelah empat tahun vakum dari proyek stripping.
Dalam wawancara virtual pada Jumat (13/2), Yasmin mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali menjalani rutinitas syuting dengan tempo cepat yang dulu akrab baginya.
"Iya alhamdulillah balik lagi ke sinetron setelah empat tahun ninggalin, senang banget," kata Yasmin Napper.
Mantan kekasih Giorgino Abraham itu mengaku kerinduannya bukan hanya pada dunia akting, tetapi juga suasana kekeluargaan di lokasi syuting, terlebih momen Ramadan yang belum pernah ia rasakan dalam produksi sinetron.
"Kangennya kebersamaan dan kekeluargaan, aku kangen long term projecg. Karena pertemanan lebih solid, kangen sih ramadan di lokasi syuting kayak akan seru gitu," ucap wanita kelahiran 22 November 2003 tersebut. "Aku nggak pernah sinetron Ramadan dan mau banget. Aku mau puasa sama kru dan merasakan kekeluargaannya," tambahnya.
Yasmin bahkan berharap sinetron ini dapat menembus ratusan episode. Ia bersama rekan-rekannya memiliki target optimistis untuk perjalanan panjang cerita tersebut.
"Kita punya grup berempat aja. Namanya 500 episode kita berharap project ini panjang dan lancar, semoga kalian suka sama semua ceritanya," jelasnya.
Dalam sinetron itu, Yasmin memerankan tokoh Khansa, perempuan yang digambarkan sangat sabar dan kerap mengutamakan perasaan orang lain dibanding dirinya sendiri. Karakter tersebut disebutnya memiliki konflik emosional yang kuat.
"Khansa itu dia lebih suka mentingin perasaan orang lain dibanding dirinya sendiri. Dia terlalu sabar dan agak naif, Khanza wanita tangguh tapi karena banyak masalah lah jadi konfliknya seru," terangnya.
Menurut Yasmin, karakter Khansa berbeda jauh dari kepribadiannya di kehidupan nyata. Jika Khansa cenderung larut dalam persoalan hidup, Yasmin justru diajarkan untuk tidak memikirkan hal-hal di luar kendali.
"Dia merasakan kehidupan yang dalam gitu, ada
suatu kehidupan harus let it flow, nggaj bisa memaksakan dan terkadang ada baiknya gak selalu mendengarkan orang lain demi kebaikan kita sendiri," katanya.




