FAJAR, MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar tengah mempersiapkan proses seleksi komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang akan berakhir masa jabatannya pada Mei mendatang. Langkah ini diambil agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan dan memastikan kelancaran pengelolaan zakat di kota tersebut.
Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan bahwa pihaknya sedang menyusun rancangan jadwal seleksi yang akan dibahas dan disetujui dalam rapat pembentukan panitia seleksi (pansel) dalam waktu dekat.
“Dalam satu minggu ini sekretariat diminta menyusun rancangan jadwal untuk selanjutnya dibahas dan disetujui dalam rapat tindak lanjut pembentukan panitia seleksi,” jelas Andi Zulkifly.
Menurutnya, mekanisme dan aturan seleksi harus dirancang dengan matang agar proses berjalan transparan dan tepat waktu, mulai dari pembukaan pendaftaran hingga tahapan asesmen.
Andi Zulkifly menambahkan bahwa proses seleksi dapat berjalan bersamaan dengan tugas komisioner Baznas yang tengah fokus mengumpulkan zakat selama bulan Ramadan.
“Kita beri ruang agar komisioner yang ada tetap fokus menjalankan tugasnya, khususnya di bulan Ramadan. Proses seleksi tetap berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati,” katanya saat ditemui di Makassar.
Kewenangan pembentukan panitia seleksi sepenuhnya berada di tangan Pemkot Makassar. Dari seluruh pendaftar akan disaring menjadi 10 besar untuk mengikuti tahapan tes lanjutan.
Teknis PendaftaranKepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Makassar, Muh Syarief, menerangkan bahwa pendaftaran calon peserta direncanakan dilakukan secara daring, sementara pengembalian berkas dilakukan secara luring.
“Untuk persyaratan seleksi masih menunggu kesepakatan bersama dalam rapat lanjutan,” terangnya.
Masa pengembalian berkas akan berlangsung selama satu bulan sebelum tahapan tes, dengan verifikasi berkas yang masuk sebelum Idulfitri dan pengumuman kelulusan administrasi setelah Lebaran.
“Kami masih menunggu arahan Sekda Makassar untuk pelaksanaan rapat lanjutan penetapan jadwal resmi,” jelas Muh Syarief.
Prof. Muammar Bakry, Ketua Panitia Seleksi sekaligus Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), menekankan pentingnya menyesuaikan jadwal seleksi dengan momentum Ramadan agar proses pendaftaran dan seleksi lebih optimal.
“Pelaksanaan seleksi harus memperhatikan masa pendaftaran dan efektivitas waktu di bulan Ramadan. Karena itu, diusulkan pembukaan pendaftaran dilakukan setelah Ramadan agar prosesnya lebih optimal,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Muammar juga menggarisbawahi pentingnya penguatan aspek pengembangan wakaf sebagai poin strategis dalam seleksi komisioner Baznas mendatang.
“Nanti visi dan misi pengembangan wakaf dapat dituangkan secara tertulis oleh bakal calon peserta sebagai bagian dari persyaratan seleksi,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa Baznas pusat biasanya turut hadir dalam tahapan asesmen untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan standar nasional. (ams/*)





