Potensi Probiotik sebagai Terapi Tambahan untuk Depresi

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang menjadi penyebab utama disabilitas mental. Kondisi ini pun merupakan beban penyakit global yang jumlahnya terus meningkat.

Di Indonesia, angka depresi menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebesar 1,4 persen. Angka depresi paling tinggi ditemukan pada usia muda, usia 15-24 tahun sebesar 2 persen. Kondisi depresi pada usia muda ini perlu diwaspadai. Sebab, depresi dapat menjadi penyebab bunuh diri yang cukup tinggi.

Pada orang yang mengalami depresi, risiko munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup hampir lima kali lipat dibandingkan dengan yang tidak depresi. Dalam survei tersebut, pemikiran untuk mengakhiri hidup pada usia 15-24 tahun tersebut bahkan amat tinggi yang mencapai 36 kali lebih besar dibandingkan yang tidak depresi.

Risiko depresi juga bisa meningkat pada orang-orang dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung serta gangguan metabolik seperti diabetes melitus, kanker, dan penyakit neurodegeneratif. Namun, kondisi depresi sering kali tidak disadari.

Baca JugaDepresi akibat Krisis Iklim Hantui Generasi Muda
Baca JugaDepresi akibat Krisis Iklim Hantui Generasi Muda

Karena itu, deteksi dini depresi menjadi sangat penting. Kondisi depresi yang tidak ditangani dengan baik, selain bisa menyebabkan munculnya pemikiran bunuh diri juga bisa memicu perilaku sosial buruk lainnya.

Bakteri baik

Dalam berbagai studi telah menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi ditemukan dengan jumlah mikrobiota atau bakteri baik di usus yang tidak seimbang. Dalam artikel yang terbit di jurnal Science of the Total Environment pada 2023 mengungkapkan, komposisi mikrobiota usus pada pasien depresi berbeda sangat signifikan dengan orang sehat, khususnya terkait keberagaman jenis mikroba baik.

Perbedaan itu berpengaruh pada kejadian depresi melalui mekanisme yang disebut brain-gut axis. Mekanisme tersebut menunjukkan bahwa sistem saraf pusat di otak berpengaruh langsung pada sistem saraf enterik di usus melalui saraf, hormon, dan imun. Itu sebabnya, usus juga dikenal sebagai otak kedua manusia.

Mikrobiota pada usus berperan meregulasi zat kimia pada otak yang memengaruhi suasana perasaan seseorang. Mikrobiota usus berperan mengatur zat kimia di otak yang memengaruhi suasana hati, seperti neurotransmitter terutama serotonin. Selain itu, mikrobiota usus juga memengaruhi jalur respons stres yang disebut hipotalamus–pituitari–adrenal (HPA axis) serta sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, kesehatan usus dapat mendukung upaya pengobatan depresi yang lebih baik. Selama ini, tidak semua pasien memberikan respons yang baik dari pengobatan depresi yang diberikan.

Ditemukan sekitar 30 persen pasien depresi tidak responsif dengan terapi yang diberikan. Oleh karena itu, pemberian terapi tambahan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas terapi.

Probiotik

Guru Besar Program Studi Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Alifiati Fitrikasari menyampaikan, pada studi yang dilakukan pada hewan coba serta uji klinis terbatas telah didapatkan hasil bahwa pemberian probiotik dapat memperbaiki gejala depresi. Pemberian probiotik dapat berpotensi menjadi terapi adjuvan atau terapi tambahan dari terapi utama yang diberikan pada pasien depresi.

Pemberian probiotik dapat menjadi terapi tambahan yang mendukung pengobatan depresi yang lebih baik.

Terapi utama yang selama ini diberikan, antara lain dengan pemberian antidepresan, psikoterapi, dan neuromodulasi. Diharapkan, pemberian probiotik dapat menjadi terapi tambahan yang mendukung pengobatan depresi yang lebih baik.

Baca JugaProbiotik Menjaga Kesehatan
Baca JugaKesehatan Mental yang Lebih Baik Dimulai dari Menyehatkan Perut

”Probiotik adalah mikroorganisme nonpatogen yang bermanfaat bagi kesehatan bisa dikonsumsi dalam jumlah adekuat (tepat). Probiotik untuk gangguan psikiatri (kesehatan jiwa) sering disebut dengan psikobiotik,” ujar Alifiati dalam orasi ilmiah yang disampaikan dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Diponegoro di Semarang, 31 Januari 2026.

Ia menyampaikan, penggunaan probiotik dapat memberikan berbagai manfaat, seperti mendukung efektivitas terapi antidepresan standar, mempercepat perbaikan gejala pada pasien, mengurangi efek samping obat, meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, serta menurunkan angka kekambuhan.

Itu sebabnya, menurut dia, probiotik amat relevan sebagai terapi tambahan, termasuk pada pasien depresi yang memiliki penyakit penyerta seperti kanker. Probiotik dapat bermanfaat melalui mekanisme gut-brain axis maupun HPA axis.

Mekanisme utama probiotik ditunjukkan dengan menurunkan respons stres, menekan inflasi sistemik, berinteraksi dengan sistem imun, serta meningkatkan ketersediaan triptofan sebagai modulator serotonin. Probiotik juga memiliki keunggulan karena bisa diberikan bersamaan dengan terapi depresi standar serta meningkatkan hasil terapi pada pasien yang tidak responsif terhadap farmakoterapi dan psikoterapi.

Alifiati mengatakan, penelitian dilakukan dengan memberikan kombinasi probiotik Lactobacillus rhamnosus Rosell-11 dan Lactobacillus helveticus Rosell-52 dengan dosis 2×10⁹ CFU (Colony Forming Units). Dosis tersebut diberikan dua kali sehari selama delapan minggu.

Hasilnya, gejala depresi menurun secara bermakna, baik pada pasien depresi pada umumnya maupun pasien kanker yang mengalami depresi. ”Strain Lactobacillus dan Bifidobacterium dapat memperbaiki gejala klinis dan marker biologis pada pasien depresi maupun pasien kanker yang mengalami depresi sehingga probiotik ini relevan untuk depresi sendiri ataupun depresi dengan komorbiditas,” katanya.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa probiotik dapat dikembangkan sebagai terapi adjuvan pada depresi, termasuk depresi dengan komorbid penyakit fisik kronis. Pemberian probiotik juga bisa dilakukan sebagai pendekatan terapi yang komprehensif untuk jangka panjang. Dengan kekayaan Indonesia akan pangan fermentasi lokal, pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan probiotik ini pun semakin luas.

Tantangan

Meski begitu, Alifiati menyampaikan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pemberian probiotik sebagai terapi adjuvan untuk depresi. Tidak semua strain probiotik efektif untuk depresi sehingga perlu ditemukan standar strain dan dosis probiotik yang tepat, khususnya untuk kondisi masyarakat Indonesia.

Baca JugaPangan Probiotik Membantu Menjaga Kadar Gula Darah
Baca JugaProbiotik Perpendek Durasi Demam Anak, Mengurangi Ketergantungan Antibiotik

Pembiayaan asuransi juga masih terbatas sehingga belum semua bisa menanggung pemberian probiotik. Edukasi publik pun mesti digencarkan terkait manfaat dari probiotik untuk depresi.

”Terapi standar untuk depresi sudah berkembang, namun hasil klinis belum selalu optimal, sehingga perlu pendekatan tambahan yang salah satunya bisa dengan pemberian probiotik,” ujar Alifiati.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menyampaikan, masalah kesehatan jiwa telah menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan kesehatan masyarakat. Skrining kesehatan jiwa telah berjalan sebagai bagian dari program cek kesehatan gratis.

Pemeriksaan ini dinilai penting agar masalah kesehatan jiwa, termasuk depresi dan kecemasan bisa ditemukan sejak dini. Dari pemeriksaan yang dilakukan setidaknya ditemukan gejala depresi paling banyak ditemukan pada usia sekolah dan remaja.

Setidaknya dari 52,8 juta anak dan remaja usia 7-17 tahun yang dilakukan skrining kesehatan jiwa, sebanyak 5,6 persen atau lebih dari 400.000 anak menunjukkan gejala depresi. Jumlah itu jauh lebih besar daripada persentase yang ditemukan pada usia dewasa dan lansia. Persentase kemungkinan gejala depresi pada kelompok usia tersebut sekitar 0,9 persen.

”Ini semakin memperkuat gambaran bahwa kerentanan kesehatan jiwa pada remaja memang cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Long Weekend Imlek, 150 Ribu Kendaraan Masuk Kota Bandung Via Tol
• 52 menit laludetik.com
thumb
Asal Usul Festival Bandeng Rawa Belong, Tradisi Betawi Turun-Temurun Jaga Kearifan Lokal!
• 22 jam laludisway.id
thumb
8.000 Jenazah masih Tertimbun Reruntuhan di Gaza
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Oknum Polisi Brigadir LR Tembak Warga di Waena, Begini Kejadiannya
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Kemenhut Perkuat Integrasi Data Mangrove Nasional dengan Mandara, Dukung Rehabilitasi Pesisir
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.