Bamsoet Nilai Prabowo Rangkul Lawan, Tom Lembong dan Hasto Jadi Contoh

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR sekaligus politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto merangkul seluruh pihak termasuk lawan-lawan politiknya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2025 lalu.

“Kita lihat kemampuan beliau (Prabowo Subianto) untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada. Kita lihat misalnya, dulu kita agak aneh ketika lawan-lawan beliau yang saya tidak perlu sebut nama-namanya yang pernah mengecap beliau, tiba-tiba dirangkul, tiba-tiba dikasih posisi,” kata Bamsoet dalam peluncuran buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” di Kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat Indonesia Incorporated untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Bamsoet mencontohkan sikap Prabowo yang mengejutkan publik yaitu memberikan abolisi untuk eks Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.

Kedua sosok tersebut dikenal berseberangan dengan Prabowo selama Pilpres 2025 lalu.

“Siapa yang tidak kenal juga misalnya Tom Lembong, Hasto (Sekjen PDIP) itu adalah orang-orang berseberangan ketika Pilpres. Tapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong dikasih abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” ujarnya.

Bamsoet juga menyoroti langkah Presiden Prabowo yang mendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menginisiasi Dewan Perdamaian atau Board of Peace.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan Prabowo agar Indonesia tetap dikenal sebagai negara yang netral.

“Barangkali ini adalah cara beliau untuk memberikan keseimbangan, untuk tidak jadi musuh salah satunya dan menjaga independensi kita sebagai negara yang netral,” tuturnya.

Baca juga: Hamas Ungkap Syarat bagi Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian di Gaza

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Demokrasi yang tak transaksional

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan, saat ini, Prabowo juga mendorong parlemen untuk mendata sistem politik yang tidak berbiaya tinggi sehingga tak menimbulkan kegaduhan.

“Sehingga betul-betul kita jalan di alam demokrasi yang substansial, bukan demokrasi yang transaksional,” ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG prakirakan wilayah Jakarta hujan ringan pada Minggu
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Arema FC gulung Semen Padang tiga gol tanpa balas
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Panggil Menteri Ekonomi di Hambalang Susun Strategi Perundingan RI–AS
• 1 jam lalupantau.com
thumb
10 Rekaman CCTV Inara Rusli Hampir Dijual Mantan Sopir
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Polres Cimahi Tangkap Dua Pelaku Pembunuhan Pelajar di Kampung Gajah, Motif Sakit Hati
• 33 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.