Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merespons sejumlah partai politik yang membahas wacana koalisi permanen. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, bagi PDIP koalisi permanen adalah koalisi bersama rakyat.
"Kalau bagi PDI Perjuangan, koalisi permanen itu dengan rakyat. Karena sistem politik kita pascajatuhnya Soeharto mengembalikan makna kekuasaan itu untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat. Itu yang dipegang oleh PDI Perjuangan," ujar Hasto usai menuntaskan lari dalam ajang Soekarno Run 2026 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Advertisement
Meski begitu, Hasto mengamini dinamika politik nasional yang bersifat cair dan sangat terbuka terhadap kerja sama antarpartai. Karenanya, dia memilih untuk menghormati langkah politik mereka tanpa berniat mencampuri.
“Tapi kalau ada suatu partai menggagas kerja sama permanen, ya bagi PDI Perjuangan kami tidak mencampuri kedaulatan partai lain,” tutur Hasto.
Namun Hasto mengingatkan, fitrah partai politik sejatinya adalah bekerja untuk rakyat. Apalagi, kontestasi lima tahunan masih terasa jauh sekira tahun 2029. Dia menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang lebih mendesak untuk bangsa ketimbang soal elektoral.
“Pemilu masih jauh. Apa yang terjadi di NTT, ada anak sekolah bunuh diri karena tidak bisa membeli alat tulis, itu pukulan kemanusiaan dan tamparan buat kita semua. Jangan bawa demokrasi ini hanya elektoral, lebih baik bicara demokrasi untuk rakyat," Hasto menandasi.




