FAJAR, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mengumumkan awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sehingga warga Muhammadiyah Tarawih pertama Selasa, 17 Februari 2026. Sedangkan Lebaran ditetapkan Jumat, 20 Maret 2026.
Ketetapan Muhammadiyah soal tanggal Lebaran, berbeda dengan pemerintah. Lebih cepat satu hari dibanding yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, terkait hari besar keagamaan tahun 2026. Awal puasa pun berpotensi tidak bersamaan.
Keputusan Muhammadiyah tersebut didasarkan pada metode Hisab Hakiki Kontemporer Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melalui Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah memberikan kepastian lebih awal bagi warganya dalam menyongsong bulan suci.
Berdasarkan maklumat tersebut, warga Muhammadiyah akan mulai melaksanakan salat Tarawih pada Selasa malam, 17 Februari, dan mengawali puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Ibadah puasa akan berlangsung selama 30 hari hingga berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026.
Ringkasan Jadwal Penting Versi Muhammadiyah
Tarawih malam pertama: Selasa, 17 Februari 2026.
1 Ramadan 1447 H (awal puasa): Rabu, 18 Februari 2026.
30 Ramadan 1447 H (puasa terakhir): Kamis, 19 Maret 2026.
1 Syawal 1447 H (Lebaran): Jumat, 20 Maret 2026.
Versi Pemerintah
Kementerian Agama baru akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia, 1 Ramadan diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Selisih satu hari dengan Muhammadiyah.
Dalam jadwal libur nasional versi SKB 3 Menteri, Idulfitri ditetapkan pada Sabtu, 21 Maret dan Minggu, 22 Maret 2026. Artinya, Lebaran diperkirakan 21 Maret. Sementara Muhammadiyah sudah menetapkan Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Meskipun ada potensi perbedaan awal puasa dan Lebaran, tidak menjadi masalah. Masyarakat tetap dapat merujuk pada SKB 3 Menteri untuk agenda libur resmi.
Libur Nasional 2026
1 Januari: Tahun Baru 2026
16 Januari: Isra Mikraj
17 Februari: Tahun Baru Imlek 2577
19 Maret: Hari Suci Nyepi
21-22 Maret: Hari Raya Idulfitri 1447 H
27 Mei: Iduladha 1447 H
Cuti Bersama 2026
16 Februari: Cuti Imlek
18 Maret: Cuti Nyepi
20, 23, 24 Maret: Cuti Bersama Idulfitri
Perbedaan Metode
Muhammadiyah konsisten menggunakan Hisab Hakiki Kontemporer yang memungkinkan penetapan tanggal jauh-jauh hari secara presisi melalui perhitungan astronomis.
Di sisi lain, Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) mengandalkan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung di titik-titik pemantauan sebelum mengambil keputusan di Sidang Isbat. (*)





