- Kaesang Pangarep selaku Ketua Umum PSI mengadakan kirab budaya di Tegal pada Minggu (15/2/2026) sebagai sarana sosialisasi partai.
- Kirab budaya tersebut bertujuan memperkenalkan PSI dengan pendekatan membumi, menghormati, dan merawat tradisi kebudayaan lokal.
- Kegiatan ini juga berdampak ekonomi langsung melalui pelibatan dan apresiasi terhadap pelaku UMKM serta seniman setempat.
Suara.com - Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan kirab budaya yang dilaksanakan di Tegal pada Minggu (15/2/2026) hari ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi partai kepada masyarakat dengan pendekatan yang membumi dan dekat dengan tradisi lokal.
Menurutnya, PSI ingin memastikan bahwa setiap kegiatan politik tidak terlepas dari akar kebudayaan masyarakat setempat.
Karena itu, konsep kirab kebudayaan dipilih agar proses perkenalan partai tetap menghormati, merawat, sekaligus merayakan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah warga.
“Kami ingin hadir dengan cara yang menyenangkan, terbuka, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal. Politik harus bisa berjalan seiring dengan kebudayaan, bukan meninggalkannya,” ujar Kaesang.
Selain menjadi sarana sosialisasi, kirab budaya ini juga diharapkan mampu memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan para pelaku UMKM serta seniman lokal, sehingga ruang promosi, apresiasi, dan perputaran ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga.
PSI percaya, kemajuan daerah akan semakin kuat apabila politik, kebudayaan, solidaritas sosial, serta pemberdayaan UMKM dan seniman dapat bergerak bersama.
Pada kesempatan sebelumnya, jajaran pengurus PSI juga telah datang langsung ke lokasi pengungsian bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal untuk menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar bagi para korban terdampak.
“Selain kirab kebudayaan yang dilaksanakan PSI hari ini, DPP PSI juga telah turun langsung menyerahkan bantuan bencana tanah bergerak kemarin,” kata Kaesang.
Baca Juga: Berkemeja Putih, Jokowi Hadiri Kirab Budaya PSI di Tegal




