RI-Thailand Kaji Pembaruan Kemitraan di Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan pemerintah Thailand berencana untuk memperbarui kemitraan kedua negara di bidang ekonomi kreatif.

Dilansir dari Antara, Minggu (15/2/2026) perwakilan RI dan Thailand menyepakati pembaruan nota kesepahaman kerja samayang ditandatangani pada 2019 dan berakhir pada 2025 agar lebih relevan dengan perkembangan industri saat ini.

Lingkup nota kesepahaman kerja sama tersebut mencakup pertukaran kebijakan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital.

Seiring dengan perkembangan industri kreatif global, kedua negara memandang perlu adanya pembaruan dan penguatan implementasi kerja sama agar lebih adaptif terhadap kebutuhan saat ini.

Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Agus Syarip Hidayat menyampaikan bahwa Thailand merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal RI yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Ekonomi Kreatif, nilai perdagangan Indonesia dengan Thailand di sektor ekonomi kreatif, yang mencakup produk kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen, selama Januari-November 2025 mencapai US$1,54 miliar.

Baca Juga

  • Biaya Spektrum Frekuensi Tak Selalu Mahal, China-Thailand Punya Skema Menarik
  • Pemilu Thailand, Partai Konservatif Siap Raih Kemenangan
  • Muhammad Osamanmusa dari Thailand Topskor Piala Futsal Asia 2026, Saied Ahmad Abbasi jadi MVP

"Thailand merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. Hal ini menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara," kata Agus.

Dia menyampaikan bahwa usaha ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan budaya dan potensi daerah.

Pemerintah mendorong penguatan ekosistem kreatif melalui pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan.

“Dengan model ini, kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang tumbuh dari daerah dan berdampak secara nasional," ujar Agus.

Hathaichanok Frumau selaku Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Jakarta menyampaikan sektor ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

“Untuk mencapai kemitraan strategis yang lebih kuat, kerja sama antara Thailand dan Indonesia perlu diperbarui dan diaktifkan kembali sesuai perkembangan industri saat ini," katanya.

Pertemuan perwakilan pemerintah RI dan Thailand juga membahas peluang kolaborasi konkret melalui partisipasi Indonesia dalam ajang Grand Halal Bangkok, pengembangan kerja sama perfilman melalui Thai–Indonesian Film Festival, serta kolaborasi industri gim melalui Gamescom Asia x Thailand Game Show.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mobil Grand Livina Terbakar di Jemursari Surabaya
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jokowi Dukung UU KPK Versi Lama, Eks Penyidik Ingatkan Hal Ini!
• 23 menit laluokezone.com
thumb
KAI Services Buka Lowongan Kerja Volunteer Tenaga Kesehatan Masa Angkutan Lebaran 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Dialog dengan Wapres, InJourney Ungkap Tantangan Pariwisata RI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ratusan Ribu Tentara Israel Bukan Murni Warga Asli, Pertanda Apa? Ini Kata Pakar Militer
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.