Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Hasto Kristiyanto tegaskan koalisi permanen PDIP adalah koalisi dibangun bersama rakyat.
  • PDIP ajak partai politik fokus atasi masalah rakyat daripada kontestasi elektoral.
  • Hasto kritik penggunaan survei politik sebagai alat dogmatisme kekuasaan semata.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menanggapi wacana pembentukan koalisi permanen yang digagas oleh sejumlah partai politik pendukung pemerintah saat ini. Hasto menegaskan bahwa bagi PDIP, koalisi yang benar-benar bersifat permanen adalah koalisi yang dibangun bersama rakyat.

"Bagi PDI Perjuangan, koalisi permanen itu dengan rakyat. Sistem politik kita pascajatuhnya Soeharto telah mengembalikan makna bahwa kekuasaan itu berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," ujar Hasto usai mengikuti ajang lari Soekarno Run 2026 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Hasto mengakui bahwa dinamika politik nasional saat ini sangat terbuka bagi kerja sama antarpartai. Meski menghormati langkah politik partai lain tanpa bermaksud mengintervensi, ia memberikan catatan kritis mengenai penggunaan hasil survei sebagai basis legitimasi wacana tersebut.

Ia berpendapat bahwa survei seharusnya berfungsi sebagai alat ukur persepsi, bukan alat dogmatisme kekuasaan untuk menciptakan bandwagon effect atau efek ikut pemenang. Hasto menekankan pentingnya memadukan data kuantitatif dengan realitas kualitatif di lapangan.

"Misalnya dalam mengukur kemiskinan, jangan hanya melihat angka statistik, tetapi lihat kemiskinan faktualnya. Bagaimana akses pendidikan dan standar kehidupan yang layak? Itu aspek kualitatif yang harus diperhatikan," tuturnya.

"Bagi PDI Perjuangan, hal terpenting adalah bekerja turun ke bawah dan memperkuat rakyat," imbuh Hasto.

Menanggapi munculnya nama Ganjar Pranowo dalam survei elektabilitas terbaru Indikator Politik Indonesia, Hasto mengingatkan semua pihak agar kembali pada esensi demokrasi substansial, bukan sekadar urusan elektoral. Ia menyinggung tragedi kemanusiaan di NTT sebagai pengingat bagi partai politik agar lebih peduli pada persoalan mendasar rakyat.

"Fokus sekarang adalah bekerja untuk rakyat karena Pemilu masih jauh. Peristiwa di NTT, di mana ada anak sekolah yang mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis, adalah pukulan kemanusiaan bagi kita semua. Jangan membawa demokrasi hanya sebatas elektoral; lebih baik bicara demokrasi untuk kesejahteraan rakyat," tegas Hasto.

Ia pun menekankan bahwa partai politik harus lebih aktif turun ke masyarakat untuk mengatasi masalah nyata, ketimbang terus terjebak dalam pembicaraan mengenai kontestasi pemilu.

Baca Juga: Momen Hangat Megawati Umrah Bersama Keluarga, Prananda Bantu Tahalul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klaim Punya Bukti, Insanul Fahmi Sebut Konflik dengan Inara Rusli dan Mawa Settingan Manajemen Artis
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Hakim Kabulkan Pengalihan Penahanan Delpedro Cs, Kini Berstatus Tahanan Kota
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
GKR Mangkubumi Lantik 264 Pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Golkar Ingin Bentuk Koalisi Permanen, Ini Tanggapan PDIP
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Serbu! Menaker Buka Pelatihan Ahli K3 Umum Gratis, Ini Cara Daftarnya
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.