Militer Amerika Serikat dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Donald Trump Presiden AS memerintahkan serangan.
Dua pejabat AS yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, menyebutkan bahwa rencana tersebut mencakup skenario konflik yang lebih luas dibandingkan ketegangan sebelumnya antara kedua negara.
Pengungkapan ini meningkatkan tekanan terhadap jalur diplomasi yang saat ini masih berlangsung antara Washington dan Teheran. Di satu sisi, Amerika Serikat menyiapkan opsi militer. Di sisi lain, pembicaraan tetap dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Tekan Iran, Trump Segera Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah
Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, direncanakan menggelar negosiasi dengan Iran di Jenewa pada Selasa (17/2/2026), dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Marco Rubio Menteri Luar Negeri AS sebelumnya memperingatkan bahwa meskipun Trump lebih memilih kesepakatan diplomatik dengan Iran, proses tersebut sangat sulit dilakukan.
Sementara itu, Trump telah meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Para pejabat menyatakan Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan ke wilayah tersebut, menambah ribuan personel militer, pesawat tempur, kapal perusak rudal, serta kekuatan tempur lain yang mampu melakukan serangan sekaligus bertahan dari serangan balasan.
Berbicara usai acara militer di Fort Bragg, Carolina Utara, Trump secara terbuka mengungkapkan kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran.
Ia menyebut bahwa pergantian rezim bisa menjadi hal terbaik yang terjadi bagi negara tersebut, meski tidak menjelaskan siapa sosok yang dimaksud untuk menggantikan kepemimpinan saat ini. (saf/ham)




