tvOnenews.com - Sorotan tajam datang dari media Korea Selatan setelah Daejeon JungKwanJang Red Sparks terjerembap dalam rentetan 10 kekalahan beruntun di V-League 2025-2026.
Tim yang musim lalu tampil sebagai runner-up kini justru terpuruk di dasar klasemen Liga Voli Korea Selatan. Publik mulai mempertanyakan keputusan taktik pelatih hingga komposisi skuad yang dinilai timpang sejak awal musim.
Kekalahan demi kekalahan yang dialami Red Sparks bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga penurunan performa yang terlihat mencolok di berbagai sektor.
Banyak pihak menilai, kepergian sejumlah pemain kunci, termasuk Megawati Hangestri Pertiwi turut meninggalkan lubang besar yang belum benar-benar tertutup hingga kini.
Disorot Media Korea: Ko Hee-jin Dinilai Terlalu Keras Kepala
Melansir dari Naver, kekalahan telak 0-3 dari Heungkuk Life Pink Spiders pada babak kelima V-League 2025-2026 di Incheon Samsan World Gymnasium menjadi titik puncak kekecewaan publik.
“Setelah sebelumnya kalah tipis melawan Industrial Bank of Korea, dan dengan Heungkuk Life Insurance yang belakangan ini mengalami kesulitan, ekspektasi tinggi tertuju pada pertandingan yang ketat, tetapi hasilnya sangat mengecewakan,” tulis laporan tersebut.
Masalah utama Red Sparks terletak pada buruknya penerimaan bola. Menghadapi tim yang justru berada di posisi terbawah dalam jumlah ace servis per set musim ini (0,95), mereka malah kebobolan delapan ace hanya dalam tiga set.
- Instagram Red Sparks
Efisiensi receive Red Sparks tercatat hanya 16,42 persen, angka yang mustahil membawa kemenangan.
Pelatih Ko Hee-jin disebut mengambil perjudian taktik yang tidak berjalan mulus. Ia memaksakan Lee Seon-woo sebagai starter reguler di posisi outside hitter meski dinilai kurang ideal dalam penerimaan bola.
Selain itu, keputusan memasukkan Inkushi sebagai pemain kuota Asia juga menuai kritik karena tidak memberikan dampak signifikan pada stabilitas pertahanan.
Red Sparks bahkan mencatat efisiensi penerimaan bola terendah di antara tujuh tim, yakni 22,24 persen, lebih buruk dari AI Peppers Savings Bank yang selama ini dikenal bermasalah di sektor tersebut.




