BGN minta SPPG prioritaskan MBG untuk 3B sebelum sasar sekolah

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum menyasar sekolah atau peserta didik.

Penegasan ini dinilai penting karena masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan, mengingat pada tahap awal pembangunan SPPG, terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah, padahal, ketika dapur SPPG baru dibangun, sasaran pertama yang harus dipastikan adalah kelompok 3B.

"Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Sony juga mengemukakan bahwa Program MBG memiliki keunggulan dibandingkan praktik di banyak negara lain karena lebih dari 77 negara hanya melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah, tetapi Indonesia menjadi pionir yang memberikan makanan bagi kelompok 3B.

"Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," katanya.

Bahkan, menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Hal ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.



Baca juga: Satgas MBG Lampung sebut 36 dapur MBG di 3T siap beroperasi

Sony juga menyampaikan, melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

"Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," ucap Sony.



Baca juga: MBG Depok ubah menu program selama Ramadhan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
40 Dapur MBG di Lampung Langgar SOP, Langsung Kena SP1
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Indro Warkop Sebut Banyak Guru Ikut Audisi SUCI 12 Demi Tambah Penghasilan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
RI Ekspor Obat Pereda Nyeri Senilai Rp 2,4 Miliar ke Korsel
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Ramadhan, Sidak BAPANAS Temukan Harga Cabai Masih Tinggi di Bojonegoro
• 1 menit lalutvonenews.com
thumb
Kick Off Kopdes Merah Putih di Purworejo, Pemerintah Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.