Jelang Ramadhan, Sidak BAPANAS Temukan Harga Cabai Masih Tinggi di Bojonegoro

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bojonegoro, tvOnenews.com - Mendekati tiga hari raya besar Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) RI bersama Tim Saber Pangan Kabupaten Bojonegoro melakukan pemantauan ketat terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar kota, ritel, dan gudang BULOG Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi di ambang bulan suci Ramadan.

Langkah proaktif ini merupakan bentuk deteksi dini pemerintah agar dinamika harga di tingkat pedagang tetap terpantau dan terkendali sebelum permintaan masyarakat meningkat tajam.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bahan pokok yang masih ditemukan berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP), seperti cabai dan gula pasir. Harga cabai rawit seminggu lalu berkisar Rp70 ribuan per kilogram (kg), saat ini mencapai Rp95 ribuan. Untuk harga cabai merah saat ini Rp40 ribu, sedangkan cabai keriting sebesar Rp45 ribu.

Tidak hanya cabai yang harganya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP), gula pasir di ritel juga tembus Rp18.250 per kg.

Asep Herdiana sebagai pejabat fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP) ahli madya BAPANAS RI, Minggu (15/2), didampingi tim pangan Satreskrim Polres Bojonegoro, BULOG Bojonegoro, DKKP, dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, mengatakan bahwa inspeksi mendadak ke pasar tradisional, ritel modern, dan gudang BULOG Bojonegoro dilakukan untuk memberikan kepastian kestabilan harga serta ketersediaan komoditas pangan.

“Menghadapi hari tiga raya besar melipImlek, Bulan Ramadan, dan Idul Fitri melakukan pemantauan stabilitas harga dan memastikan stok pangan,” terangnya.

Terpantau harga di pasaran tradisional dan ritel masih terbilang stabil dan stok komoditas pangan aman, di antaranya beras, gula, minyak goreng, daging, telur, jagung, kacang kedelai, cabai, bawang, garam, dan ikan.

Meski demikian, Asep menambahkan ada beberapa harga yang menunjukkan kenaikan dan tinggi.

"Yang menonjol adalah harga cabai rawit, yang harganya tinggi karena dari asal barangnya sudah tinggi,” ujarnya.

Hal itu menjadi tantangan bagi pihaknya, bagaimana mendapatkan solusi agar harga cabai rawit bisa stabil. Karena lonjakan harga cabai tidak hanya di Bojonegoro, namun juga di daerah lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sean Gelael Bidik Kemenangan Le Mans 2026 untuk Raih Gelar Dunia
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Sekarang terlihat biasa, tapi nanti menggoda
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kolaborasi Pembiayaan Digital dan Olahraga Perkuat Tren Active Lifestyle di Indonesia
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polres Bangka Barat rilis peta lokasi rawan serangan buaya
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Kerja Senyap, Dampak Nyata, Bupati Jember Gerakkan Provinsi Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
• 10 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.