Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra International Tbk. (ASII) memproyeksikan kondisi pasar otomotif nasional akan lebih bergairah sepanjang tahun ini. Hal tersebut seiring dengan target penjualan mobil yang dipatok Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 850.000 unit.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menyatakan bahwa perseroan berharap kondisi ekonomi makro pada 2026 menunjukkan tren perbaikan sehingga mampu mendorong daya beli masyarakat.
“Secara umum kami berharap consumer sentiment tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025 sehingga dapat mendukung pencapaian target dari Gaikindo,” pungkas Windy kepada Bisnis, Minggu (15/2/2026).
Terkait segmen kendaraan, Astra melihat model mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) masih akan mendominasi pasar.
Namun demikian, Windy menggarisbawahi pertumbuhan signifikan pada model kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dan kendaraan hibrida (hybrid electric vehicle/HEV) dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan segmen elektrifikasi, menurutnya, tidak lepas dari dukungan insentif pemerintah yang merangsang pasar. Perseroan meyakini setiap teknologi memiliki segmentasi pasar masing-masing, tergantung pada daya beli, kebutuhan tipe kendaraan, hingga kesiapan infrastruktur di berbagai wilayah.
Baca Juga
- Astra (ASII) Jual 34.867 Unit Mobil, Pangsa Pasar Tembus 52% Januari 2026
- Astra Credit (ACC) Catat Piutang Pembiayaan Rp40 Triliun Akhir 2025, Didominasi Mobil Baru
“Untuk menjawab kebutuhan yang beragam, Astra menawarkan portofolio yang lengkap mulai dari ICE, hybrid, plug-in hybrid, hingga BEV yang tentu diharapkan dapat memperluas pasar otomotif nasional,” ucapnya.
Di sisi lain, guna menangkap momentum pertumbuhan industri, emiten berkode saham ASII ini terus memperkuat jajaran produknya. Windy mengungkapkan bahwa merek di bawah naungan Astra, seperti Toyota, secara konsisten menghadirkan penyegaran produk maupun model baru setiap tahun.
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain memperkenalkan Toyota Veloz HEV pada November 2025 lalu untuk menyasar pasar MPV dengan harga kompetitif. Selain itu, pada bulan ini, Astra juga memperkenalkan sejumlah lini hibrida terbaru, termasuk New Alphard, New Yaris Cross, hingga New Vios.
ASII sendiri mencatatkan pangsa pasar sebesar 52% seiring total penjualan mobil nasional secara wholesales yang mencapai 66.446 unit pada Januari 2026 atau tumbuh 7,02% dari periode Januari 2025 yang mencapai 62.084 unit.
Dari total pasar tersebut, Grup Astra berkontribusi sebanyak 34.867 unit. Volume penjualan Astra mencatatkan kenaikan 0,97% secara tahunan (year on year/YoY) dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 34.531 unit.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





