Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) berencana memperluas layanan wealth management dan produk syariah, guna memperkuat engagement dan loyalitas nasabahnya.
Compliance & Risk Director BTPN Syariah Arief Ismail menyampaikan, perseroan dalam waktu dekat akan meluncurkan layanan bancassurance dan sukuk.
“Kalau yang wealth management bancassurance ini mungkin bulan ini akan launch, termasuk sukuk,” kata Arief dalam kunjungannya di Wisma Bisnis Indonesia, dikutip pada Minggu (15/2/2026).
Selain bancassurance dan sukuk, Arief mengungkapkan bahwa BTPN Syariah sudah lebih dulu meluncurkan produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) pada awal 2026.
Melalui produk ini, nasabah dapat berkontribusi pada pembiayaan sosial, seperti beasiswa pendidikan dan pemberdayaan komunitas usaha, sementara dana pokok tetap tersimpan hingga jatuh tempo.
“Jadi, ada produk yang khusus untuk bank syariah itu Cash Waqf Linked Deposit, CWLD. Jadi kayak semacam deposito, cuma nanti bagi hasilnya itu diwakafkan,” jelasnya.
Baca Juga
- Kans BTPN Syariah (BTPS) Lanjutkan Pertumbuhan Laba pada 2026
- BTPN Syariah (BTPS) Raup Laba Rp1,20 Triliun Pada 2025
Hingga akhir 2025, BTPN Syariah membukukan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 13,15% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,20 triliun hingga akhir 2025. Pada 2024, perseroan meraup laba bersih senilai Rp1,06 triliun.
“Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,2 triliun. Kami berharap fokus Bank dalam membangun perilaku unggul dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad dalam keterangannya pada Rabu (11/2/2026).
Dari sisi intermediasi, BTPS menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,35 triliun. Rasio keuangan Bank tetap kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%.
Dana simpanan wadiah yang dihimpun perseroan juga tumbuh 7,27% (YoY) menjadi sebesar Rp2,27 triliun sepanjang 2025. Pada 2024, perseroan membukukan dana simpanan wadiah senilai Rp2,12 triliun.
Pertumbuhan dana simpanan wadiah BTPS ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh signifikan yakni 526,65% (YoY) menjadi Rp42,56 miliar dibanding tahun lalu Rp6,79 miliar. Simpanan tabungan juga meningkat 5,61% (YoY), dari tahun lalu Rp2,11 triliun menjadi Rp2,23 triliun pada 2025.





