E-Commerce Global 2025 Tembus 1,24 Triliun Dolar, Kepatuhan Jadi Batu Ujian

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Otto Media Grup merilis Laporan E-Commerce Global 2025 yang menyoroti tantangan terbesar pertumbuhan perdagangan daring lintas batas, yakni kepatuhan regulasi di berbagai negara tujuan.

Dalam laporan tersebut, nilai e-commerce lintas batas global pada 2025 tercatat hampir mencapai 1,24 triliun dolar AS. Namun, sekitar 70 persen transaksi berakhir pada pembatalan. Kondisi ini dipicu ketidakpastian pajak, bea cukai, ongkos kirim, serta kepatuhan regulasi di masing-masing negara.

Laporan menegaskan hambatan utama bukan lagi terletak pada ketersediaan pesanan, melainkan kemampuan menyelesaikan pesanan secara lancar di setiap negara dengan memperhatikan pajak, bea cukai, kebijakan platform, serta aturan data. Tantangan bergeser dari akuisisi pasar menuju orkestrasi kepatuhan lintas yurisdiksi.

Pengetatan regulasi terjadi di berbagai negara. Di China, ekspor dan impor e-commerce lintas batas pada 2024 diperkirakan mencapai 3.700 miliar dolar AS, disertai pengawasan pajak dan barang yang semakin rinci.

Di Amerika Serikat, sistem bebas pajak untuk barang bernilai rendah diperkirakan berakhir pada 2025. Kebijakan ini berdampak pada sekitar 70 persen paket yang berasal dari China.

Sementara itu, Uni Eropa memperkuat tanggung jawab platform dalam pemungutan dan pembayaran pajak setelah reformasi pajak e-commerce diberlakukan.

Otto Media Grup mencatat kontradiksi struktural saat melayani klien di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa. Banyak merek mengalokasikan anggaran besar untuk iklan dan subsidi guna meningkatkan GMV (Gross Merchandise Value). Namun, pelaporan pajak lintas batas, dokumen bea cukai, serta kepatuhan data lokal masih bergantung pada alih daya terfragmentasi dan proses manual.

Lebih dari setengah merek e-commerce lintas batas terpaksa menarik produk atau menghentikan iklan sementara akibat persoalan kepatuhan. Lebih dari sepertiga kerugian terjadi karena “pesanan yang tidak dapat diselesaikan dengan lancar.”

Untuk menjawab tantangan tersebut, Otto Media Grup mengembangkan modul WorldBridge. Sistem ini membangun peta jalur kepatuhan lintas batas dengan menyatukan sistem pajak, proses bea cukai, pemeriksaan platform, konten sensitif, serta persyaratan privasi dan data dalam satu mesin aturan yang dapat disimulasikan, divalidasi, dan dipantau.

Proyek yang terhubung dengan WorldBridge mampu memperpendek siklus perencanaan hingga pesanan pertama di pasar baru, menurunkan tingkat penolakan pemeriksaan platform, serta memperkecil kisaran prediksi pajak lintas batas dan biaya pemenuhan.

Budi Santoso, CEO Otto Media Grup, menegaskan perubahan lanskap ini menuntut pendekatan lebih terstruktur.

“Banyak brand masih berpikir pertumbuhan lintas batas hanya soal trafik dan GMV. Padahal, yang menentukan keberlanjutan adalah kepastian kepatuhan. Jika pajak, bea cukai, dan aturan data tidak disimulasikan sejak awal, maka setiap pesanan berpotensi menjadi risiko. Kami melihat masa depan e-commerce bukan lagi tentang ekspansi cepat, tetapi ekspansi yang terukur dan patuh,” ujar Budi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu, 15 Februari 2026.

Laporan menyimpulkan kompetisi e-commerce lintas batas tidak lagi bertumpu pada belanja iklan besar atau kurva GMV impresif. Keunggulan ditentukan kemampuan mengubah rantai pemenuhan yang tak terlihat menjadi fondasi pertumbuhan yang andal.

Dengan regulasi global yang kian ketat, merek didorong beralih dari pendekatan berbasis peluang menuju pendekatan berbasis aturan. Kepatuhan perlu ditempatkan sebagai dasar dalam setiap keputusan produk, penetapan harga, konten, dan pemasangan iklan.

Ekosistem alat lintas batas Otto Media dirancang sebagai fondasi operasional di berbagai pasar. Merek dapat memahami aturan sebelum menggelontorkan anggaran serta membangun jalur efektif sebelum memperluas skala usaha. Di tengah ketidakpastian regulasi global, pertumbuhan dinilai bertumpu pada pengiriman stabil dan kepercayaan berkelanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bhayangkari Akan Gelar Kemala Run 2026 di Bali, Galang Donasi Korban Bencana
• 12 jam laludetik.com
thumb
Selama Ramadan, Menu MBG di Depok Berubah
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemarin ada konser Mahalini, peluncuran mobil baru
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Peneliti Temukan Foskeia Pelendonum, Dinosaurus Herbivora Mini dari Spanyol
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK dalami kaitan rangkap jabatan Mulyono dengan kasus restitusi pajak
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.