tvOnenews.com - Nama Ilias Alhaft kembali mencuat dalam perbincangan seputar calon pemain keturunan yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
Winger yang kini membela True Bangkok United itu tampil menonjol di kompetisi Asia, membuka kembali peluang yang sempat redup sejak era pelatih sebelumnya.
Performa terbaru Alhaft menjadi sorotan setelah ia mencetak gol saat menghadapi Macarthur FC pada babak 16 besar ajang kontinental Asia.
Gol tersebut membantu klubnya meraih kemenangan 2–0 dan memperkuat kontribusinya sepanjang turnamen.
Penampilan itu menambah catatan produktifnya di kompetisi antarklub Asia musim ini.
- AFC
Dalam statistik resmi, pemain kelahiran Rotterdam tersebut tercatat beroperasi sebagai penyerang dan tampil dalam beberapa pertandingan dengan kontribusi gol bagi timnya.
Momentum tersebut kembali menempatkannya dalam radar pengamatan, terutama karena ia memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek dan nenek yang berasal dari Solo, Jawa Tengah.
Alhaft lahir pada 23 Februari 1997 di Rotterdam, Belanda, dengan latar belakang keluarga campuran Maroko–Indonesia.
Ia menempuh pendidikan sepak bola sejak usia muda di akademi lokal sebelum berkembang bersama sistem pembinaan Sparta Rotterdam.
Debut profesionalnya datang pada musim 2015–2016.
Dalam perjalanan kariernya, ia sempat memperkuat berbagai klub Eropa, termasuk Almere City FC (di mana ia mencatat ratusan pertandingan) serta pengalaman bermain di Armenia sebelum kembali ke Belanda dan akhirnya berlabuh di Thailand pada 2025.
Sepanjang karier seniornya, ia telah mengumpulkan ratusan penampilan kompetitif dengan kontribusi puluhan gol dan assist, menegaskan konsistensinya sebagai pemain sayap yang fleksibel.
Ia dikenal bisa beroperasi di kedua sisi lapangan maupun sebagai gelandang serang, dengan kaki kiri sebagai senjata utama.
Selain pengalaman klub, Alhaft pernah tampil untuk tim nasional kelompok umur Belanda, menambah jam terbang di level internasional.
Di luar statistik, ia juga sempat menarik perhatian publik Indonesia ketika terlihat mengibarkan bendera Merah Putih dalam selebrasi juara di masa lalu.
Faktor keturunan tersebut membuat namanya pernah masuk daftar penjajakan naturalisasi.
Kini, dengan perkembangan karier yang kembali stabil, peluang itu kembali menjadi bahan diskusi dalam konteks regenerasi skuad nasional.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4236996/original/079937400_1669200218-20221123-Cuaca-Ekstrem-Jakarta-Faizal-9.jpg)


