Bagi Sulis, musik adalah medium dakwah sekaligus sarana menyuarakan empati terhadap sesama, khususnya rakyat Palestina yang hingga kini masih merasakan penderitaan hasil kebiadaban Israel dan sekutunya.
Lewat lagu "Suara Sukma Palestina", Sulis ingin menegaskan bahwa warga Gaza tidak sendiri. Ia berharap karya tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas lintas negara tetap hidup.
"Suara Sukma Palestina adalah simbol perjuangan, simbol kekuatan, simbol perlawanan terhadap penjajahan, dan simbol keimanan," ujar Sulis.
Penyanyi yang dikenal sejak kecil itu mengaku vakumnya selama beberapa tahun bukan berarti berhenti peduli. Justru di masa jeda tersebut, ia banyak merenung dan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk kembali bersuara melalui karya.
Baca Juga :
Sulis Sibuk Jadi Relawan untuk Palestina"Jadi setelah vakum beberapa tahun, hari ini saya datang kembali dengan kembali menyuarakan kecitanaan dan kepedulian saya terhadap saudara-saudara saya di Palestina," tuturnya
Selama proses produksi, Sulis mengaku hatinya berkali-kali tersentuh. Ia menyoroti keteguhan iman anak-anak Palestina yang tetap tegar meski hidup dalam bayang-bayang peperangan. Baginya, ketulusan dan keyakinan mereka menjadi pelajaran besar tentang kekuatan spiritual.
"Bagaimana kita bisa melihat anak-anak kecil di sana kalau berkata itu seperti orang bersabda gitu. Kalimat-kalimat itu kalimat-kalimat yang penuh dengan langkah," ujarnya.
Dua lagu tersebut ia sebut sebagai doa yang dibalut dalam harmoni. Bukan sekadar lantunan sholawat, tetapi juga harapan yang dipanjatkan agar rakyat Palestina segera memperoleh hak dan kemerdekaan mereka.
"Doa saya satu, mereka mendapatkan haknya, mereka mendapatkan tanahnya sendiri, rumahnya sendiri, mereka berhasil mengusir penjajah, dan mereka cepat merdeka seperti hari ini kita rasakan di negeri kita," ucap Sulis.
Di balik proses kreatifnya, Sulis mengaku tidak mengetahui rencana perilisan lagu bertema Palestina itu. Proyek tersebut ternyata merupakan kejutan dari sang suami, Muhammad Nur Ohoitenan alias Junaedi, yang diam-diam menggagas kolaborasi dengan komposer Anwar Fauzi.
"Sebenernya saya tuh dikasih kejutan sama suami saya, tiba-tiba saya ditelepon oleh Mas Anwar Fauzi, 'Please ambil nada'. Lagu apa? Pokoknya ambil nada aja dulu. Jadi suami saya ini diam-diam kerjasama sama Mas Anwar Fauzi untuk penciptakan dua lagu ini," ungkap Sulis.
Lebih mengejutkan lagi, proses penulisan lirik "Suara Sukma Palestina" berlangsung sangat cepat. Sang suami hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk merangkai kata demi kata yang lahir dari kegelisahan batin setelah menyaksikan berbagai video kondisi Palestina di media sosial.
Baca Juga :
Kenangan Sulis Huni Rumah Sempit di Pinggir Kali, Dapur Dijadikan Tempat Tidur"Lima sampai sepuluh menit (proses nulis lirik), Masya Allah. Karena udah hari-hari itu ngeliatin video-video teman-teman di Palestina. Jadi itu udah menjadi memang isi hatinya, isi batin dia, dan itu isi hati kita semua," jelas Sulis.
Kini, lagu "Suara Sukma Palestina" (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan "Sholawat Cinta" (Satukan Hati) telah resmi dirilis dan dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital, menandai babak baru perjalanan karier Sulis yang sarat makna dan kepedulian.
"Jadi saya tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah bungkam untuk terus mengungkap cinta saya dan menyuarakan kebersamaan saya sampai layak Palestina," tutup Sulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)





