Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus di Derby d’Italia tak hanya menghadirkan tiga poin penting bagi Inter Milan. Laga panas itu juga melahirkan satu nama yang paling menonjol di atas lapangan, yakni Piotr Zielinski.
Media Italia, Corriere dello Sport, tanpa ragu menobatkan gelandang asal Polandia tersebut sebagai man of the match. Penampilannya dinilai bukan sekadar efektif, tetapi juga mencerminkan kecerdasan dalam membaca permainan di laga bertensi tinggi seperti derby.
Zielinski diganjar nilai 8/10, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil malam itu. Label “cerdas dalam setiap sentuhan” disematkan kepadanya karena kontribusinya terasa di hampir setiap fase permainan.
Ia memang sempat luput mengantisipasi momen ketika Manuel Locatelli mencetak gol untuk Juventus. Namun alih-alih terpuruk, Zielinski merespons dengan cara terbaik lewat gol penentu kemenangan yang mengunci laga bagi Nerazzurri.
Gol tersebut bukan hanya penting secara emosional, tetapi juga krusial dalam persaingan gelar Serie A. Inter menjaga asa dalam perburuan Scudetto, dan Zielinski menjadi wajah dari determinasi itu.
Tak hanya dirinya yang tampil gemilang dalam laga sarat gengsi tersebut. Francesco Pio Esposito dan Federico Dimarco juga menuai pujian berkat kontribusi signifikan mereka sepanjang pertandingan.
Esposito membayar kepercayaan pelatih Cristian Chivu dengan sundulan keras yang menggetarkan gawang lawan. Sementara Dimarco kembali menunjukkan kualitasnya lewat umpan presisi yang membuka ruang dan menciptakan peluang.
Di sisi lain, tak semua pemain Inter menikmati malam yang sempurna. Alessandro Bastoni justru mendapat nilai terendah di antara para starter dengan angka 5.
Bek tim nasional Italia itu sudah menerima kartu kuning sejak awal pertandingan. Situasi tersebut membuatnya bermain dalam tekanan dan akhirnya terlibat dalam insiden yang berujung kartu merah bagi Pierre Kalulu.
Melihat potensi risiko yang lebih besar, Chivu memilih menarik Bastoni saat jeda babak pertama. Keputusan itu dinilai sebagai langkah taktis untuk menjaga stabilitas tim hingga akhir laga.
Di bawah mistar, Yann Sommer tampil cukup solid meski kebobolan dua gol. Ia dianggap tidak bisa disalahkan atas gol-gol Juventus dan tetap menjaga fokus hingga peluit panjang berbunyi.




