Kisah Fitri Berjualan Kembang di TPU Semper, Lanjutkan Usaha Ibu demi Sambung Hidup

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi belum sepenuhnya terang ketika Fitri (34) mulai menata ember-ember besar berisi bunga segar di lapaknya di sekitar TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara.

Aroma pandan, melati, dan air mawar bercampur dengan udara pagi yang lembap. Sejak pukul 05.30 WIB, ia sudah bersiap dan aktivitasnya baru akan berhenti sekitar pukul 18.30 WIB.

Lapak kecil itu bukan sekadar tempat mencari nafkah. Di situlah ia melanjutkan usaha sang ibu yang telah berjualan bunga tabur sejak 1989.

Baca juga: Pramono Pastikan Ramadhan dan Idul Fitri di Jakarta Bakal Meriah

"Saya meneruskan usaha ibu. Dari kuburan di sini baru empat blok doang. Di sini setiap hari jualannya, bukan hanya menjelang Ramadan atau waktu tertentu saja," ujar Fitri saat ditemui Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Fitri menyaksikan sendiri perubahan TPU Semper dari waktu ke waktu. Dulu, area pemakaman belum seluas sekarang.

Kini, blok-blok makam hampir penuh. Namun, menurut dia, suasana jelang Ramadhan tahun ini terasa berbeda.

Fitri mengatakan lonjakan peziarah sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/2/2026). Namun, jumlahnya tak sepadat tahun-tahun sebelumnya. Ia menduga kondisi ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat.

"Tahun sebelumnya itu lebih padat, bahkan bisa sampai malam. Jalannya juga ramai, mau masuk ke pemakaman aja enggak bisa," katanya.

Bagi pedagang bunga tabur seperti Fitri, jumlah peziarah sangat menentukan omzet harian. Menjelang hari besar seperti munggahan dan Lebaran, harga bunga tabur melonjak tajam.

Untuk stok, ia mengambil langsung dari petani atau berbelanja ke Pasar Rawabelong.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pembersih Makam di TPU Semper Raup Rp 300.000 per Hari

"Sebenarnya agak jauh bedanya. Misalnya di petani Rp 30.000, di Rawabelong bisa Rp 50.000. Petani itu isinya bisa jadi tiga ya. Kalau Rawabelong kan ibaratnya udah separuh dari petani," jelasnya.

Bunga yang dijualnya beragam, mulai dari pandan, kembang merah, pajangan, kenanga, air mawar, hingga melati. Namun, yang paling banyak dicari peziarah adalah kembang tiong untuk ditabur di atas pusara.

Untuk satu paket bunga tabur, ia mematok harga rata-rata mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 120.000, tergantung jenis dan jumlahnya.

"Dari keuntungan jual beli bunga ini alhamdulillah bisa menyambung hidup," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Fitri mengakui, keuntungan besar biasanya hanya dirasakan saat momen-momen tertentu. Tahun ini, ia mengaku meraup omzet hingga dua kali lipat dari modal yang ia keluarkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswa Bandung yang Tewas Dibunuh Teman Dilaporkan Hilang Sejak 9 Februari
• 9 jam laludetik.com
thumb
Emas UBS Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr di Minggu pagi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Menhub Proyeksi Kepadatan Angkutan Lebaran 2026 Lebih Longgar Berkat WFA
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Rizki Faisal Minta Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Sopir Truk di Pelabuhan Batam
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Penemuan Islam yang Mengguncang Dunia, Ternyata Ada Banyak
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.