JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 28 blad atau zona makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir selama kurang lebih tiga minggu terakhir.
Ketua Pelaksana TPU Zona 4 Semper, Sukino, menjelaskan genangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.
"Penyebab banjirnya ada banyak faktor ya. Salah satunya limpasan Kali Begog. Yang ketika sudah terkurung, airnya enggak bisa balik lagi," ujar Sukino saat ditemui Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Pemprov DKI Akan Pasang Ornamen Betawi di Gapura dan Titik Strategis Jakarta
Ia menambahkan, genangan air di sejumlah makam belum surut meski telah berlangsung selama dua hingga tiga minggu.
"Tapi untuk akses jalan menuju makam sudah kering," ungkap Sukino.
Untuk mengatasi banjir, pengelola TPU Semper telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk meminjam pompa untuk penyedotan air serta melakukan sodetan di beberapa titik.
"Sudah koordinasi untuk melakukan penyodetan dan penyedotan," ujarnya.
Sukino juga menyebutkan bahwa sejak 2023 pihaknya telah menggelar sosialisasi kepada ahli waris terkait rencana pengurukan makam, khususnya di blad 40 hingga 50. Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan material tanah.
"2023 itu saya mengundang ahli waris untuk sosialisasi pengurukan. Cuma tanahnya enggak ada," kata Sukino.
Di tengah kondisi sejumlah makam yang masih tergenang, pengelola TPU Semper juga bersiap menghadapi lonjakan peziarah menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Puncak ziarah diperkirakan terjadi pada Selasa (17/2/2026).
"Mungkin puncak ziarahnya di Selasa. Kami juga antisipasi untuk crowded-nya lalu lintas dengan arah keluar itu lewat PT Samudera, lanjut ke jalan raya Cakung Cilincing agar enggak macet," ujar Sukino.
Baca juga: Jadi Penjual Musiman, Untung Raup Untung dari Jual Pernak-pernik Imlek
Ia mengatakan, pengelola akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Jakarta Utara, Satpol PP, serta warga sekitar untuk mengatur arus kendaraan keluar-masuk area makam.
Menurut dia, jumlah peziarah tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Mungkin tahun kemarin ekonomi lagi lemah atau bagaimana saya enggak mengerti, tapi yang sekarang ini lebih ramai," ujarnya.
Seiring meningkatnya kunjungan, Sukino mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan.





