Jakarta, tvOnenews.com - Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, mengatakan bahwa Festival Ikan Bandeng memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Betawi.
Hal ini merespons acara Festival Ikan Bandeng yang digelar selama dua hari pada 14-15 Februari 2026. Festival ini diadakan setiap tahun menjelang perayaan Imlek.
Menurut Yahya, festival tersebut bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi menjadi tempat untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi.
“Bagi orang Betawi Festival itu menebalkan dan memeriahkan kebersamaan, juga menegaskan silaturrahim multi kultur,” kata Yahya kepada tvOnenews, Minggu (15/2/2026).
Dia melihat festival ini tidak ada perubahan dari tahun ke tahun. Menurutnya, masyarakat selalu antusias dalal menyambut Festival Ikan Bandeng.
“Enggak ada perubahan. Tapi partisipan dari tahun ke tahun kian ramai. Partisipan girang bersama pada Festival itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yahya pun menyinggung soal pentingnya menjaga relevansi festival tradisional di era modern. Menurutnya, Festival Ikan Bandeng bersifat universal dan akan selalu relevan setiap tahunnya.
Meski demikian, Yahya mengingatkan untuk tetap memperkuat silaturahmi dan merawat kebersamaan melalui penyelenggaraan festival.
“Kalau peduli, merawat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan kebinekaan, bukankah itu relevan sepanjang masa? Nah, nilai itu yang harus terus dikobarkan. Jadi enggak ada alasan untuk enggak menyelenggarakan festival ini,” jelasnya.
Dia pun berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu hadir mendukung setiap festival rakyat.
“Penting pemda (pemerintah daerah) hadir pada event-event rakyat, kasih stimulan, tapi jangan mendominasi. Kalau pemda terlalu mendikte, festival bisa bubar atau hanya berjalan sebatas seremonial saja,” tandas Yahya. (saa/aag)




