Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa, tapi Merusak Pahalanya

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. 

Menjelang bulan suci, banyak orang mulai menata niat, memperbaiki ibadah, hingga mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. 

Ada yang sibuk melunasi utang puasa, ada pula yang mulai membiasakan sahur dan mengatur ritme harian. 

Semua itu adalah bagian dari ikhtiar menyambut tamu agung yang penuh keberkahan.

Di tengah persiapan menyambut Ramadhan 1447 H, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian: bukan hanya sah atau tidaknya puasa, tetapi juga kualitas pahala puasa itu sendiri. 

Ilustrasi Ramadhan 2026
Sumber :
  • Ilustrasi AI

Dalam salah satu kajian, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa puasa bisa terpengaruh oleh dua perkara besar.

“Ada dua jenis yang bisa mempengaruhi pahala puasa kita,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Penjelasan ini menjadi pengingat bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak nilainya.

Dua Hal yang Mempengaruhi Puasa

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ada perbuatan yang secara langsung membatalkan puasa, dan ada pula yang tidak membatalkan secara fikih, tetapi merusak pahala.

1, Perkara yang Langsung Menggugurkan Puasa

Jenis pertama adalah hal-hal yang membuat puasa batal seketika. Contohnya sudah sangat dikenal:

* Makan dan minum dengan sengaja
* Hubungan suami istri di siang hari Ramadhan
* Memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh secara sengaja

Ustaz Adi Hidayat bahkan memberikan ilustrasi ringan namun mengena, seperti seseorang yang berkumur saat wudhu tetapi menggunakan cairan manis, bukan air biasa. 

Intinya, hal-hal yang jelas melanggar ketentuan puasa akan membatalkan ibadah tersebut.

2. Perkara yang Tidak Membatalkan, tapi Merusak Pahala

Bagian kedua inilah yang sering tidak disadari. Puasa tetap sah, tetapi nilainya bisa terkikis atau bahkan merugi.

“Puasanya batal sih enggak, cuma pahalanya rusak. Apa saja?” kata Ustaz Adi Hidayat.

Merujuk pada pembahasan hadis dalam Kitabus Shiyam (bab puasa), menjelaskan bahwa esensi puasa adalah menjaga diri, bukan sekadar menahan makan dan minum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eredivisie: Justin Hubner Tampil Starter, Ajax Amsterdam Gilas Fortuna Sittard 4-1
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jaga Daya Beli dan Harga Pangan Jelang Ramadan, Bulog Akan Salurkan Bantuan ke 33 Juta KPM
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Wamenkeu Tekankan Optimalisasi PNBP Bukan untuk Cari Untung, Tapi Tingkatkan Layanan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Jabatan Berakhir Mei, Pemkot Makassar Siapkan Seleksi Komisioner Baznas Baru, Pansel Segera Bekerja
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Gelar Kirab Budaya di Tegal, Kaesang Sebut PSI Hidupkan UMKM dan Seniman
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.