Mahasiswa Stanford Henry Weng Ciptakan Algoritma Date Drop yang Diklaim Tingkatkan Kecocokan Kencan 10 Kali Lipat

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Seorang mahasiswa pascasarjana Stanford University, Henry Weng, menciptakan algoritma bernama Date Drop untuk membantu teman-temannya menemukan pasangan secara lebih bermakna bertepatan dengan perayaan Valentine di kampus tersebut.

Date Drop hadir sebagai alternatif aplikasi kencan seperti Tinder atau Hinge dengan tidak menggunakan sistem geser layar dan hanya memasangkan satu calon pasangan setiap pekan berdasarkan hasil kuesioner mendalam.

Pengguna diminta mengisi kuesioner komprehensif yang mencakup jawaban terbuka serta percakapan suara untuk dianalisis sistem.

Algoritma tersebut menggunakan model prediksi kecocokan yang dilatih dari data hasil kencan nyata untuk meningkatkan akurasi pasangan.

Weng mengklaim tingkat kecocokan yang berujung pada kencan melalui Date Drop sekitar 10 kali lebih tinggi dibanding Tinder.

Sejak diluncurkan pada musim gugur, lebih dari 5.000 mahasiswa Stanford telah mencoba layanan ini dan Date Drop kini telah hadir di 10 kampus lain termasuk Massachusetts Institute of Technology, Princeton University, dan University of Pennsylvania.

Weng berencana memperluas layanan tersebut ke sejumlah kota pada musim panas mendatang setelah melihat respons positif dari pengguna.

Awalnya Date Drop tidak dirancang sebagai startup, namun setelah seorang teman dekatnya menemukan pasangan lewat layanan itu, Weng melihat potensi bisnis yang lebih besar.

Date Drop kini menjadi produk pertama dari perusahaannya bernama The Relationship Company yang berbentuk public benefit corporation sehingga wajib mempertimbangkan dampak sosial selain keuntungan.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Weng berhasil mengumpulkan pendanaan beberapa juta dolar dari investor termasuk pendiri Zynga dan investor awal Facebook Mark Pincus, serta Andy Chen dan Elad Gil.

Weng yang menempuh magister ilmu komputer dengan fokus pada teori ekonomi dan matematika tentang matching juga mengikuti kelas Intro to Clown untuk belajar menerima kegagalan dalam membangun produk, dan kini perusahaannya memiliki dua karyawan tetap serta 12 duta kampus dengan visi jangka panjang memperluas layanan tidak hanya untuk hubungan romantis tetapi juga pertemanan, koneksi profesional, komunitas, dan acara sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih Dekat, Lebih Terbuka: Gaya Komunikasi Dahnil dan Dinamika Baru Pejabat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hujan Deras dan Angin Kencang Lumpuhkan Transportasi di Selandia Baru
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Ekspedisi KKP dan WWF Temukan 32 Dugong Super Langka di Perairan Maluku
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Ingatkan KaSPPG, Mitra, dan Yayasan Pahami Juknis
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kelalaian di Robohnya Tembok SMPN 182 Kalibata
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.