JAKARTA, KOMPAS.com – Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, memprediksi lonjakan ziarah kubur menjelang Ramadhan 1447 Hijriah mencapai puncaknya pada Selasa (17/2/2026).
Ketua Pelaksana TPU Zona 4 Semper, Sukino, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan di sekitar area pemakaman.
"Mungkin puncak ziarahnya di Selasa. Kami juga antisipasi untuk crowded-nya lalu lintas dengan arah keluar itu lewat PT Samudera, lanjut ke jalan raya Cakung Cilincing agar enggak macet," ujar Sukino saat ditemui Kompas.com, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur di TPU Semper Tetap Hidup meski Banjir Tak Juga Surut...
Sukino mengatakan, pengelola TPU Semper akan bekerja sama dengan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Satpol PP, serta warga sekitar untuk mengatur arus kendaraan keluar-masuk area makam.
Menurut dia, jumlah peziarah tahun ini dinilai meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Mungkin tahun kemarin ekonomi lagi lemah atau bagaimana saya enggak mengerti, tapi yang sekarang ini lebih ramai," ujarnya.
Seiring meningkatnya jumlah peziarah, Sukino mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi tindak kejahatan.
"Yang jelas hati-hati karena ini kan jalanan ramai. Barang-barang yang berharga itu kalau bisa jangan dibawa. Karena saya tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di TPU Semper," kata dia.
Ia juga mengingatkan agar pengunjung tidak memberikan uang kepada siapa pun terkait pelayanan di area makam, karena seluruh layanan yang diberikan pengelola bersifat gratis.
"Apa pun, berapa pun itu, jangan memberikan kepada petugas siapa pun karena di sini pelayanan itu gratis," tegasnya.
Baca juga: Jadi Penjual Musiman, Untung Raup Untung dari Jual Pernak-pernik Imlek
Sukino menyebutkan, peziarah sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Sebagian dari mereka menanyakan lokasi makam karena tidak membawa surat atau tidak mengetahui blok dan blad makam.
"Jadi kami tetap pelayanan walaupun tidak memberikan surat pengantar untuk perpanjangan," ujarnya.
Sebagai informasi, TPU Semper memiliki luas sekitar 57 hektar dengan ribuan makam di dalamnya.
Sukino memastikan perawatan rutin tetap dilakukan, termasuk pembabatan rumput liar oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP).
Menurut dia, perawatan yang dilakukan bersifat umum dan tidak dipungut biaya.





