Jakarta Utara Keruk 15 Waduk dan Kali untuk Cegah Banjir

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah melakukan pengerukan terhadap 15 waduk dan kali di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas tampungan air guna menghadapi potensi hujan ekstrem dan mencegah banjir.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengungkapkan bahwa pengerukan ini merupakan upaya menghadapi cuaca ekstrem. Salah satu contohnya adalah pengerukan Kali Cakung Lama di Cilincing, yang telah dimulai sejak 2025 dan masih berlanjut hingga saat ini. Lebar kali yang mulanya dua meter telah diperlebar hingga 10 hingga 15 meter di beberapa segmen.

Heria menambahkan bahwa pengerukan dilakukan dengan melibatkan unsur kelurahan dan kecamatan melalui sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran kali. "Alhamdulillah ada kesadaran masyarakat sehingga bangunan-bangunan yang menjorok ke kali telah dibongkar," katanya.

Pengerukan juga dilakukan di area lain seperti Kali Lagoa Tirem, Inlet IV A dan IV B, yang mengalir ke Waduk Danau Cincin, serta di Waduk Pluit, Kali Angke, dan Kali Adem. Heria menjelaskan bahwa perubahan tata ruang dalam puluhan tahun terakhir telah menyebabkan penyumbatan aliran air sehingga menimbulkan banjir.

Kesiapsiagaan Menghadapi Hujan Ekstrem

Suku Dinas SDA Jakarta Utara juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat dan banjir rob yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Sebanyak 72 stasiun pompa dan 22 unit pompa mobile telah disiagakan untuk mengatasi genangan di sejumlah titik rawan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di DKI Jakarta pada 16 hingga 19 Februari 2026. Peringatan waspada diberikan untuk Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, sedangkan peringatan siaga untuk wilayah lain di Jakarta serta Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor yang dapat berdampak signifikan terhadap masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mayat Pria Ditemukan di Lahan Eks Kampung Gajah Bandung
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Singapura Bakal Atur Penjualan 'Blind Box' Karena Dianggap Mirip Judi
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Hansi Flick pastikan Raphinha bisa bermain lawan Girona
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Kalahkan Popsivo, Pertamina kunci tempat pertama final four Proliga
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.