GenPI.co - Sejumlah aktivis, akademisi, hingga pegiat demokrasi membentuk Barisan Oposisi Indonesia (BOI), karena keresahan melihat kondisi Indonesia.
Pembentukan BOI di Jakarta, Jumat (13/2) lalu, dihadiri oleh Guru Besar UI Sulistyowati Irianto, akademisi UNJ Ubedilah Badrun.
Kemudian, ada ekonomi Anthony Budiawan, peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti, Direktur LIMA Ray Rangkuti, hingga aktivis demokrasi STF Alif Iman.
Sementara itu, mereka yang hadir secara daring, ada Guru Besar Unpad Susi Dwi Harijanti, Guru Besar UGM Zainal Arifin Mukhtar.
Nama lainnya, yakni ahli hukum Feri Amsari, dan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.
Ubedilah Badrun alias Kang Ubed mengatakan situasi Indonesia, dalam kondisi yang memprihatinkan.
“Praktik demokrasi semakin rusak, korupsi merajalela, terus terjadinya pelanggaran HAM, kondisi lingkungan rusak, PHK terus terjadi,” katanya dikutip dari JPNN, Senin (16/2).
Dia menilai Indonesia akan semakin terpuruk, jika tidak ada perubahan situasi pada sektor hukum, sosial, dan politik.
Kang Ubed menyampaikan perlunya asprasi kelompok kritis, supaya arah hukum, sosial, dan politik, bisa berubah.
“Kekuatan oposisi yang masih ada di kalangan akademisi dan pegiat demokrasi, harus diajak duduk bersama untuk terus bersuara kritis,” ujarnya.
Dia belum mengungkapkan siapa sosok yang akan memimpin BOI. Namun, akan disampaikan pada waktu yang tepat.
“Seseorang bernama X akan memimpin BOI. Tunggu waktunya, akan hadir di tengah publik,” ucapnya. (ast/jpnn)
Lihat video seru ini:





