Garuda Indonesia memperkuat perannya dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji nasional, dengan menyerahkan mockup pesawat Boeing 737-500 registrasi PK-GGD kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj). Mockup pesawat tersebut ditempatkan di Asrama Haji Kelas I Banda Aceh sebagai sarana simulasi manasik bagi calon jemaah haji.
Penyerahan fasilitas tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, kepada Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, disaksikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Rachmat Pambudy pada Minggu (15/2).
Mockup pesawat akan dimanfaatkan sebagai sarana simulasi manasik yang menghadirkan pengalaman end-to-end perjalanan udara mulai dari proses boarding, pengenalan kabin dan fasilitas pesawat, hingga simulasi disembark di bandara tujuan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan kesiapan, kenyamanan, dan kepercayaan diri jemaah sebelum menempuh perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan masyarakat Aceh memiliki peran dan kedekatan penting bagi perjalanan panjang Garuda Indonesia baik secara historis maupun emosional.
“Melengkapi hubungan historis yang panjang antara Garuda Indonesia dan masyarakat Aceh, kiranya dengan adanya mockup pesawat ini Garuda Indonesia dapat turut membantu masyarakat Aceh utamanya untuk semakin mempermudah calon jemaah Haji Aceh dalam mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci, Makkah,” ujar Glenny dalam keterangannya,.
Pesawat PK-GGD pertama kali beroperasi pada 1998 dan memiliki lebih dari 30 ribu jam terbang. Setelah melayani penumpang hampir dua dekade, pada 2015 pesawat ini selanjutnya dioptimalkan oleh Citilink.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pesawat hibah dari Garuda Indonesia kini ditempatkan di Asrama Haji Kelas I Aceh. Kehadiran pesawat ini diharapkan memberikan pengalaman manasik yang lebih nyata dan komprehensif bagi calon jemaah haji asal Aceh.
"Pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran yang akan membantu jemaah lebih siap secara mental dan teknis sebelum berangkat ke Tanah Suci,” kata Dahnil.
Menurut dia, masyarakat Aceh memiliki ikatan historis kuat dengan lahirnya maskapai nasional melalui pesawat pertama, Seulawah RI-001, yang menjadi cikal bakal penerbangan nasional.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, yang hadir membawa pesan dari Presiden Prabowo Subianto itu menyampaikan bahwa penguatan ekosistem penyelenggaraan haji merupakan bagian dari agenda strategis nasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan dan revitalisasi asrama haji dilakukan tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai pusat layanan terpadu untuk pembinaan manasik, pemeriksaan kesehatan, penguatan kesiapan mental spiritual, hingga koordinasi embarkasi.
"Peresmian mockup pesawat Garuda Indonesia di Asrama Haji Aceh ini bukan hanya simbol kebangkitan Garuda Indonesia, tetapi juga bagian dari transformasi besar penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang menjadi perhatian dan arahan langsung Bapak Presiden. Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang profesional, terintegrasi, aman, nyaman, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat," ujar Rachmat.





