5 Berita Terpopuler: Bikin Resah, Tidak Semua Guru Diangkat PNS, Perpanjangan Kontrak Kerja PPPK Tergantung Kinerja

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Minggu (15/2) tentang sejumlah akademisi resah dengan kondisi Tanah Air, tidak semua guru bakal diangkat PNS, hingga perpanjangan kontrak PPPK sesuai kinerja. Simak selengkapnya!

1. BKN: Perpanjangan Kontrak Kerja PPPK Tergantung Kinerja, Bukan Anggaran

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ada Keributan Besar, PPPK Satpol PP Menuntut Alih Status PNS, ASN Wajib Tahu Kabar Ini

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan perpanjangan kontrak kerja PPPK tergantung kinerja. 

Oleh karena itu, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jangan malas, karena kontrak kerja jadi taruhannya.  

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer-PPPK Paruh Waktu Menunutut Gaji, PGRI Usul Badan Khusus Guru, Prabowo Punya Pembelaan

Pejabat pembina kepegawaian (PPK) bisa saja memberhentikan PPPK karena alasan kinerja buruk. 

Menurut Wakil Kepala BKN Suharmen, sesuai aturan perundang-undangan, perpanjangan kontrak kerja PPPK ditentukan oleh kinerja. Semua aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan mengisi e-kinerja yang akan jadi patokan penilaian oleh PPK.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Gaji Tidak Manusiawi, Guru PPPK Paruh Waktu Menuntut Kesejahteraan Layak, Awas Kena ‘Tendang’

Baca Selengkapnya di Bawah:

BKN: Perpanjangan Kontrak Kerja PPPK Tergantung Kinerja, Bukan Anggaran

2. Maaf Tidak Semua Guru Diangkat PNS, Ada yang Harus Tetap PPPK

Maaf tidak semua guru diangkat menjadi PNS. 

Pemerintah akan tetap mempertahankan formasi guru PPPK. 

Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen mengatakan, jabatan guru tidak hanya PNS, PPPK juga iya. Ini berbeda dengan dosen. 

Meski sama-sama pendidik, guru dan dosen memiliki tugas yang berbeda. Guru tugas utamanya mengajar dan mendidik.

Baca Selengkapnya di Bawah:

Maaf Tidak Semua Guru Diangkat PNS, Ada yang Harus Tetap PPPK

3. Begini Hubungan AKBP Didik dengan Aipda Dianita yang Dititipi Sekoper Narkoba, Hmmm

Kasus Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik Putra Kuncoro jadi tersangka kasus kepemilikan narkoba menyita perhatian publik. 

AKBP Didik jadi tersangka setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim melaksanakan gelar perkara. 

Dalam kasus ini juga terungkap adanya peran seorang polisi wanita (polwan) bernama Aipda Dianita Agustina. Apa hubungannya dengan AKBP Didik?

Baca Selengkapnya di Bawah:

Begini Hubungan AKBP Didik dengan Aipda Dianita yang Dititipi Sekoper Narkoba, Hmmm

4. AKBP Didik Putra Kuncoro Tersangka Narkoba, Peran Aipda Dianita Agustina Ketahuan

Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik Putra Kuncoro ditetapkan penyidik Bareskrim Polri menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba. 

AKBP Didik jadi tersangka setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim melaksanakan gelar perkara. 

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut gelar perkara sepakat untuk melaksanakan proses penyidikan dengan Pasal 609 Ayat (2) huruf (a) UU Nomor 1/2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana dan Pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika jo. 

Lampiran 1 nomor urut 9 UU Nomor 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana kepada tersangka AKBP Didik Putra Kuncoro.

Baca Selengkapnya di Bawah: 

AKBP Didik Putra Kuncoro Tersangka Narkoba, Peran Aipda Dianita Agustina Ketahuan

5. Resah dengan Kondisi Tanah Air, Akademisi Sampai Aktivis Bentuk Barisan Oposisi Indonesia

Sejumlah akademisi, aktivis, hingga pegiat demokrasi membentuk organisasi yang disebut Barisan Oposisi Indonesia (BOI) di Jakarta, Jumat (13/2) kemarin. 

Sejumlah tokoh hadir dalam acara pembentukan BOI, yakni Guru Besar UI Sulistyowati Irianto, akademisi UNJ Ubedilah Badrun, ekonom Anthony Budiawan, dan peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti. 

Turut juga hadir dalam acara pembentukan BOI ialah Direktur LIMA Ray Rangkuti, aktivis demokrasi STF Alif Iman, peneliti Arif Susanto, Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampouw, peneliti Formappi Lucius Karus, Seknas FITRA Badiul Hadi, aktivis lingkungan John Muhammad, hingga advokat A.W. Kamal.

Baca Selengkapnya di Bawah:

Resah dengan Kondisi Tanah Air, Akademisi Sampai Aktivis Bentuk Barisan Oposisi Indonesia


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahukah Anda Legenda “Merayakan Tahun Baru Imlek” untuk Mengusir Roh Jahat? Bagaimana Dewa Pintu dan Jimat Kayu Persik Mengusir Roh Jahat?
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Nicolas Claveau-Laviolette Wujudkan Mimpi sebagai Atlet Ski Lintas Alam Pertama Venezuela di Olimpiade Musim Dingin
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Strategi Investasi Tahun Kuda Api 2026: Intip Sektor Saham Dinilai Prospektif
• 24 menit lalukatadata.co.id
thumb
Kerja Banting Tulang Digaji Cuma Sekali Setahun, Pegawai Seperti Budak
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Doa Megawati Saat Umrah: Prananda dan Puan Rukun, Jauh dari Fitnah
• 16 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.